Bio Farma Terima Kunjungan Calon Dubes dan Konjen Kemenlu RI
  • Home
  • Berita
  • Bio Farma Terima Kunjungan Calon Dubes dan Konjen Kemenlu RI

Bio Farma Terima Kunjungan Calon Dubes dan Konjen Kemenlu RI

BANDUNG- Bio Farma menerima peserta program Kunjungan Lintas Nusantara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI di Kantor Pusat Bio Farma Jl. Pasteur No. 28, Bandung, Selasa (16/5/2023). Hadir dalam kunjungan tersebut antara lain Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Kemlu RI, Muhsin Syihab, Kepala Biro Hukum dan Administrasi Kementerian dan Perwakilan, Pendekar Muda Leonard Sondakh, enam Calon Duta Besar RI dan tujuh Calon Konsulat Jenderal RI.

Kunjungan tersebut diterima oleh Direktur Penelitian dan Pengembangan Bisnis PT Bio Farma, Yuliana Indriati serta Direktur Operasi Bio Farma, Rahman Roestan. Melalui siaran pers yang diterima Jumat (19/5/2023), Yuliana Indriati menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan tersebut. Dia berharap melalui kunjungan itu dapat memperkuat eksistensi Bio Farma di pasar global.

“Dengan dukungan dari Kemenlu RI, Holding BUMN Farmasi Biofarma ke depan ingin lebih berkiprah di pasar global dengan berbagai produk dan inovasi terbaru,” katanya.

Staf Ahli Bidang Hubungan Antarlembaga, Kementerian Luar Negeri RI, Muhsin Syihab menyampaikan kebanggaan terhadap eksistensi Bio Farma dalam ekosistem kesehatan global. Pada masa presidensi Indonesia di G-20, salah satu pilar prioritas Pemerintah Indonesia adalah Arsitek Kesehatan Global, yang dimaksudkan untuk mempercepat pemulihan kesehatan dunia pasca COVID-19, dan karena Indonesia melihat dunia kesehatan akan semakin meningkat dengan adanya tantangan di masa depan.

“Kita perlu bangga memiliki Bio Farma karena banyak negara yang tidak memiliki perusahaan penelitian, pengembangan, distribusi, dan produksi vaksin kelas dunia. Bio Farma diharapkan dapat menjadi hub di Asia dan Asia Pasifik, bahkan diharapkan dapat menjadi kebanggaan asia,”Ujar Muhsin.

Muhsin juga menyampaikan perlu hadirnya sinergi yang semakin kuat antara Kementerian Luar Negeri RI dan Bio Farma. Dengan demikian, hub yang diharapkan dapat diimplementasikan dan semakin memperkuat eksistensi Bio Farma pada ekosistem kesehatan global dengan berbagai tantangan di masa depan.

Sementara itu Direktur Operasi Bio Farma, Rahman Roestan menyampaikan terkait potensi kerja sama dari beberapa negara sahabat. Tindak lanjut dari beberapa hal yang menjadi rencana terkait hub MRNA di wilayah Asia.

“Terdapat beberapa perjalanan yang diharapkan dapat mengoptimalkan agenda dari hub Asia dan Afrika. Lebih dari 25 tahun Bio Farma mengekspor produk yang sesuai dengan standar WHO sebagai komitmen Bio Farma memperkuat ketahanan dan kesehatan secara global yang ke depan akan dibutuhkan kerjasama dan kolaborasi hingga self reliance,” katanya. */F

Berita Terkait

Leave a Reply