
Pada November 2022, wabah polio kembali merebak di Pidie, Provinsi Aceh. Penyebabnya adalah kombinasi berbahaya dari cakupan imunisasi yang rendah dan kondisi lingkungan yang tidak sehat.
Menurut keterangan pers Bio Farma yang diterima wartawan, Selasa (4/3/2023), hal itu adalah kejadian pertama sejak Indonesia dinyatakan bebas polio pada tahun 2014. Indonesia mendapatkan sertifikat Bebas Polio dari World Helath Organization (WHO pada tahun 2014.
Masih dalam siaran pers tersebut, Bio Farma menyebutkan, pemerintah menetapkan status kejadian luar biasa polio usai ditemukan satu kasus polio tipe 2 di Pidie, Aceh. Saat ini ada tiga provinsi yang sudah menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio, diataranya Aceh, Sumatra Utara dan Jawa Barat.
United Nations Children’s Fund (UNICEF) telah menyediakan sekitar 10 juta dosis Vaksin nOPV2 produksi Bio Farma untuk pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) agar mencegah penambahan kasus polio di Indonesia.
Sekretaris Perusahaan Bio Farma, Rifa Herdian menyampaikan bahwa Bio Farma mengutamakan pemenuhan kebutuhan vaksin polio dalam negeri.
“Bio Farma selaku produsen vaksin, telah mengekspor produknya ke lebih dari 150 negara dan memenuhi 70 persen kebutuhan vaksin polio di dunia,” ujar Rifa.
Dia menambahkan, Bio Farma memiliki kapasitas produksi Vaksin nOPV2 lebih dari 500 juta dosis per tahun. Saat ini sedang berjalan instalasi FIlling line 2 untuk menambah kapasitas nOPV2.
Menurutnya, Bio Farma mengekspor vaksin nOPV2 sebanyak 300 – 400 juta dosis per tahun. Namun, sebagai BUMN Farmasi, Bio Farma berkomitmen untuk mendukung program pemerintah.
“Kami (Bio Farma) akan mengutamakan pemenuhan kebutuhan Vaksin nOPV2 untuk masyarakat Indonesia terutama yang terdampak KLB,”paparnya.
Rifa memaparkan, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan membutuhkan alokasi Vaksin nOPV2 untuk penanganan outbreak di Indonesia sebanyak 15 jt dosis, untuk wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Jawa Barat. Bio Farma secara bertahap mendistribusikan vaksin nOPV2 berdasarkan koordinasi bersama Kementerian Kesehatan.
Bio Farma, lanjutnya, berperan aktif untuk percepatan pengembangan dan produksi vaksin nOPV2, sebagai strategy end-game polio di dunia. Novel Oral Polio Vaksin tipe 2 (nOPV2) adalah vaksin polio generasi baru yang pertama di dunia, yang merupakan hasil penelitian dari induk Holding BUMN Farmasi BUMN, Bio Farma.
Secara uji klinis, nOPV2 memberikan perlindungan yang sama terhadap virus polio tipe 2. Keunggulannya lebih stabil secara genetik, dan memiliki kemungkinan kecil untuk kembali terjadinya Circulating Vaccine Derived Poliovirus cVDPV) yakni munculnya kembali kasus polio dari mutasi virus dalam vaksin. */F







