
PADANG- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat Suwirpen Suib menampung banyak aspirasi masyarakat dalam kunjungannya ke daerah pemilihan pada masa istirahat bersidang (reses) masa sidangf kedua tahun 2022-2023. Suwirpen Suib merupakan anggota DPRD Provinsi dari Partai Demokrat daerah pemilihan Kota Padang.
Suwirpen mengunjungi masyarakat di Kampung Baru Nan XX Kecamatan Lubuk Begalung pada Rabu (2/3/2023). Aspirasi yang banyak disampaikan oleh masyarakat terutama mengenai masalah pendidikan. Selain itu juga keluhan mengenai Program Keluarga Harapan serta kondisi ekonomi.
“Dari kunjungan ke daerah pemilihan, kami menerima banyak keluhan dan harapan yang menjadi aspirasi masyarakat di kelurahan tersebut, mulai dari soal pendidikan, sosial, ekonomi dan sebagainya,” kata Suwirpen.
Dia mengungkapkan, di antara keluhan masyarakat yang diterima adalah mengenai pendidikan. Menurut pengakuan masyarakat, banyak anak di kelurahan tersebut tidak tertampung di sekolah negeri terdekat sesuai zonasi.
“Sehingga mereka terpaksa melanjutkan pendidikan anak-anak mereka di sekolah swasta dengan konsekwensi biaya lebih tinggi, sementara kondisi ekonomi sedang sulit,” kata Suwirpen.
Dia menerangkan, berdasarkan informasi yang disampaikan masyarakat dalam pertemuan tersebut bahwa untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri terdekat dari Kampung Baru Nan XX adalah SMA 9 dan SMA 16. Sedangkan daya tampung di dua sekolah tersebut terbatas sehingga masyarakat terpaksa menyekolahkan anak mereka di sekolah swasta.
“Ini persoalan yang dikeluhkan oleh masyarakat di bidang pendidikan, yang tentunya harus menjadi perhatian bersama,” kata Suwirpen.
Menurutnya, sektor pendidikan harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan DPRD serta unsur terkait lainnya. Setiap anak harus mendapatkan kesempatan yang luas untuk melanjutkan pendidikan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Ini akan kami bawa ke lembaga DPRD sebagai aspirasi masyarakat untuk diperjuangkan dalam rangka mencari solusi bersama pemerintah sehingga ke depan tidak ada anak-anak yang kesulitan mengakses pendidikan,” ujarnya.
Persoalan lain yang dikeluhkan masyarakat menurut Suwirpen adalah penyebaran bantuan Program Keluaga Harapan (PKH). Menurutnya masih ada masyarakat yang mengaku tidak mendapatkan program tersebut sementara secara kondisi mereka berhak mendapatkan.
“Persoalan ini berkaitan dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), data ini perlu diperbarui sehingga program berjalan tepat sasaran,” lanjutnya.
Suwirpen berjanji akan memperjuangkan agar berbagai keluhan masyarakat yang disampaikan mendapatkan solusi. Apalagi, lanjutnya, kondisi masyarakat saat ini banyak yang mengalami kesulitan ekonomi karena pandemi, tingginya harga kebutuhan pokok dan lainnya.
Dalam kesempatan pertemuan tersebut, Suwirpen mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan dan ketertiban lingkungan. Saling menghargai dan menyelesaikan setiap masalah yang timbul dengan mengutamakan musyawarah dan jalan damai. Dengan hidup rukun berdampingan dan menjaga kekompakan serta semangat gotong royong maka setiap persoalan yuang dihadapi bisa dipecahkan secara bersama-sama. F






