
PADANG- Perusahaan teknologi finansial atau financial technology (fintech) PT Amartha Mikro Fintek menunjukkan perkembangan pesat di wilayah Sumatera, khususnya di Sumatera Barat. Hingga Oktober tahun 2022, sebanyak 337 ribu mitra pelaku usaha mikro di wilayah Sumatera telah menerima permodalan dari Amartha.
Senior Business Development Lead PT Amartha, Aditya Pratomo kepada wartawan di Padang, Selasa (6/12/2022) menjelaskan, hingga Oktober 2022 pihaknya telah menyalurkan lebih dari Rp1,7 triliun untuk permodalan bagi UMKM di wilayah Sumatera.
“Hingga Oktober penyaluran permodalan bagi UMKM di wilayah Sumatera sudah mencapai Rp1,7 triliun lebih, tumbuh lebih dari dua kali lipat secara tahunan, dimana pada pariode yang sama tahun sebelumnya baru mencapai Rp800 miliar,” terang Aditya.
Dia menerangkan, permodalan tersebut disalurkan kepada lebih dari 337 ribu pelaku UMKM. Sepertiga diantaranya atau sekitar 112 ribu pelaku usaha tersebut berada di Sumatera Barat.
Secara nasional, lanjutnya, Amartha telah menyalurkan modal kerja sebesar Rp9,6 triliun lebih kepada lebih dari satu juta perempuan pengusaha mikro di 35 ribu desa di Indonesia.
Lebih jauh menurut Aditya, hingga 2022 pihaknya telah mendigitalisasi lebih dari 50 ribu UMKM di Sumatera Barat melalui aplikasi Amartha+. Angka tersebut berkembang pesat dibanding tahun 2021 yang baru mencapai 10 ribu UMKM.
“Dengan jangkauan digitalisasi yang berkembang sangat pesat tersebut, Sumatera Barat menjadi provinsi dengan tingkat adopsi digital tertinggi di seluruh wilayah operasional Amartha,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UMKM Provinsi Sumatera Barat, Nazwir menyebutkan, pelaku UMKM yang terdata hingga saat ini mencapai 600 ribu orang. Sebagian besar merupakan pelaku UMKM aktif yang jumlahnya mencapai 550 ribu orang.
“Pemerintah daerah akan terus berupaya mendorong agar pelaku UMKM yang ada dapat bergerak di sektor usahanya dengan melakukan berbagai inovasi, termasuk mensinergikan dengan berbagai program atau kegiatan yang menjadi kalender tahunan daerah,” ucapnya.
Selain itu juga berupaya menjembatani pemasaran produk-produk UMKM yang ada melalui pendekatan kepada pihak yang membutuhkan. “Kita menawarkan kepada berbagai pihak seperti hotel, bagaimana agar mereka memakai produk UMKM lokal dalam usaha mereka, ini salah satu yang dilakukan pemerintah daerah dalam mendorong perkembangan pelaku usaha dapat terus berproduksi dan berkembang,” ujarnya.
Dia menyampaikan apresiasi kepada Amartha yang telah ikut berkontribusi dalam pengembangan UMKM di Sumatera Barat. Dia berharap, Amartha terus memperluas jangkauan hingga pelaku UMKM di seluruh pelosok mendapatkan akses permodalan agar mampu berkembang dan mandiri.
PT Amarta Mikro Fintek merupakan perusahaan mikrofinance yang berdiri tahun 2010. Pada tahun 2016, Amartha bertransformasi menjadi perusahaan fintech yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Amartha membawa konsep baru tentang pinjam meminjam uang. Memberikan akses permodalan bagi pelaku UMKM hingga ke pelosok, terutama yang belum tersentuh atau terlayani oleh layanan keuangan. Bagi pendana, platform Amartha mewakili UMKM sebagai alternatif instrumen investasi yang menguntungkan. Amartha sekaligus hadir untuk memperkuat ekonomi informal, mengurangi ketimpangan pendapatan dan mengentaskan kemiskinan bagi masyarakat pedesaan. Demikian, dipaparkan dalam keterangan tertulis PT Amartha yang dibagikan kepada wartawan dalam kesempatan media gathering tersebut. F






