
PADANG- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat Supardi melepas dua orang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk mengikuti seleksi pemain sepak bola usia muda Garuda Select V Eropa, Senin (7/11/2022). Program seleksi tersebut merupakan gagasan pesepakbola legendaris asal Inggris Dennis Wise dan Des Walker.
Dua siswa berbakat tersebut adalah Lugas Satrya Pratama asal SMAN 5 Kota Payakumbuh dan Muhammad Nabil Asyura asal SMAN 4 Sumatera Barat. Garuda Select adalah program pembinaan pemain sepak bola usia muda Indonesia di Inggris dan beberapa negara Eropa yang telah terlaksana sejak empat tahun lalu dan tahun ini memasuki tahun kelima.
Setiap tahun, Dennis Wise dan Des Walker, berkunjung ke Indonesia untuk melakukan seleksi pemain. Setidaknya, ada 20-an pemain muda baru yang lolos seleksi dan akan menimba ilmu sepak bola di wilayah Eropa. Tidak sekedar berlatih, tetapi juga akan mengikuti pertandingan uji coba menghadapi akademi sepak bola di Inggris, dari level bawah hingga teratas.
Beberapa tim langganan uji coba adalah Queens Park Rangers, Southampton, MK Dons, Huddersfield Town, Port Vale, an sebagainya. Tim Garuda Select juga pernah uji coba dengan akademi dari tim besar, mulai dari Manchester City, Chelsea, Leicester City, Arsenal, Juventus, Torino dan Inter Milan.
Dalam setiap pertandingan uji coba tersebut, pemain dituntut untuk mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya. Sebab, ada pemantau dari talent scouting Eropa yang akan melirik para pemain berbakat. Jika beruntung, maka pemain muda tersebut akan direkrut untuk berkarier di klub-klub sepak bola besar di luar negeri.
Melihat besarnya peluang tersebut, Ketua DPRD Provinsi Sumbar, Supardi berpesan kepada dua orang siswa yang mendapat kesempatan mengikuti seleksi agar selalu berusaha tampil prima, kondisi fisik dan mental harus terjaga.
“Selalu jaga kondisi fisik dan mental, berusaha agar selalu tampil prima. Ini sebuah kesempatan besar untuk kalian,” kata Supardi saat melepas ke dua siswa tersebut di rumah jabatannya, Senin (7/11).
Supardi mengingatkan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat agar menjadikan kesempatan uyang diraih ke dua siswa tersebut sebagai momen untuk pembenahan olahraga. Dia meminta Dinas Pemuda dan Olahraga memiliki panduan bakat yang jelas dan terarah dalam menjaring bibit-bibit potensial di bidang olah raga.
“Ini menjadi momen pembenahan, bagaimana menyusun panduan bakat yang jelas dan terarah sehingga bisa menjaring bibit-bibit olah raga potensial sejak dini,” ujarnya.
Berkaca kepada Garuda Select Eropa yang merupakan program negara lain, hendaknya panduan bakat seperti itu harus ada juga agar potensi bakat anak bisa terbaca sejak dini. Kemudian dilanjutkan dengan program pembinaan dan pelatihan yang dikelola secara fokus dan terarah.
“Prestasi olah raga Sumatera Barat masih jauh. Lihat di PON, kita masih di posisi 15. Namun kalau pemetaan bisa dilakukan dengan panduan bakat tersebut maka kita bisa membaca potensi atlet sejak dini untuk dibina secara terarah,” ucapnya.
Dua siswa yang akan mengikuti seleksi Garuda Select V tersebut, Lugas dan Nabil, mengaku bangga karena mendapat kesempatan besar seperti itu. Mereka bertekad untuk berusaha tampil terbaik agar lolos seleksi dengan mempersiapkan mental dan fisik serta teknik permainan yang terus diasah.
“Ini kesempatan berharga yang tidak datang dua kali, kami akan berlatih keras untuk ini agar bisa menorehkan prestasi yang membanggakan Sumatera Barat dan Indonesia dan kami memohon dukungan dan doa,” tekad Lugas dan Nabil kompak. F






