
PADANGPANJANG – Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padangpanjang, dikatakan Wakil Walikota, Drs. Asrul, mempermudah pemerintah dalam menghimpun data warga.
Hal itu disampaikan Wakil Walikota Asrul, saat menerima audiensi rombongan Kepala BPS Padangpanjang, Arius Jonnaidi, M.E beserta tim, di ruang kerjanya, Kamis (20/10).
“Dengan adanya pendataan Regsosek ini, lebih memudahkan kita dalam mendata masyarakat. Baik dari segi pemberian bantuan, data stunting, pemberantasan kemiskinan dan lainnya,” kata Asrul.
Untuk Regsosek ini, tambah Asrul, agar warga Padangpanjang mendukung kegiatan ini. Jika ada petugas yang datang ke rumah, berikanlah data yang sebenarnya. “Karena ini untuk kepentingan kita bersama,” tuturnya.
Sementara itu Arius menyampaikan, Regsosek yang dilaksanakan 15 Oktober-14 November ini, untuk menyediakan sistem dan basis data seluruh penduduk. Data tersebut terdiri atas profil, kondisi sosial, ekonomi dan tingkat kesejahteraan yang terhubung dengan data induk kependudukan, serta basis data lainnya hingga tingkat desa/kelurahan.
“Regsosek ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membangun data kependudukan tunggal, atau satu data. Dengan menggunakan data tunggal, Pemerintah dapat melaksanakan berbagai programnya secara terintegrasi, tidak tumpang tindih dan lebih efisien,” jelas Arius.
Sampai saat ini, katanya, petugas Regsosek Padangpanjang sudah turun ke lapangan sejak 15 Oktober lalu. Sebanyak 81 petugas, masing-masingnya mendata sebanyak 250-300 KK. Petugas akan mengajukan sebanyak 80 pertanyaan kepada masyarakat.
“Semoga pendataan awal ini berlangsung dengan baik dan semua data masyarakat Padangpanjang terhimpun dalam satu data nantinya,” kata Arius. (de)






