YS Terpaksa Melangsungkan Akad Nikah di Polsek Padang Selatan

Nita Indrawati
By Nita Indrawati Januari 9, 2016 18:19

Related Articles

IMG_20160109_164349
PADANG –Suasana haru menyelimuti kantor Polsek Padang Selatan siang tadi.  Sejumlah pengunjung yang hadir tak bisa menutupi keharuannya, bahkan ada yang meneteskan airmata.  Hari ini, Sabtu (9/1), seorang warga Seberang Padang I, bernama YS (29) terpaksa menikah di kantor Polsek setempat. Sedianya YS akan bersanding di rumah  mempelai wanita Jalan Seberang Padang.
Malang tak dapat ditolak, rencana hanya ditangan manusia. Pernikahan itu tak dapat dilangsungkan seperti yang direncanakan.   Pasalnya YS saat ini tengah diperiksa secara intensif akibat perbuatannya menganiaya pamannya dengan menggunakan senjata tajam jenis clurit. Akibat penganiayaan itu,  pamannya Fahmizon (53) mengalami luka berat, dengan kondisi tangan sebelah kiri patah, dan mengalami luka berat.  Setelah kejadian itu, YS sempat menghilang selama dua bulan.
Namun YS akhirnya berhasil diamankan Tim Reskrim Polsek Padang Selatan,dirumah calon istrinya,dikawasan Seberang Padang,Jum’at sekitar pukul 14.00 WIB. Ditangkapnya pelaku bermula dari adanya laporan dari korban Fahmizon (53) yang merupakan pensiunan pegawai Pos ke Polsek Padang Selatan terkait kasus penganiayaan dengan nomor 452/K/XI/2015/Polsek Padang Selatan, pada November lalu.
Menurut Kapolsek Padang Selatan AKP, Eri Yanto, sebelumnya pihak keluarga dari tersangka dan pihak wanita sudah meminta izin secara lisan untuk melaksanakan pernikahan dirumah mempelai wanita di Seberang Padang hari ini. “Namun demi menjaga keamanan YS, pihak kepolosian tidak memberikan izin. Tapi akad nikah tetap diselenggarakan di Polsek Padang Selatan,”ujar Eriyanto, Sabtu(9/1) di Polsek Padang Selatan.
Eriyanto menambahkan, terhadap pelaku akan dijerat Pasal 353 ayat 2 subsider 351 ayat 2 dan 351 ayat 1 KUHPidana, tentang penganiayaan berat dengan ancaman 7 tahun penjara, Saat ini tersngka masih diperiksa intensif untuk lebih mendalami kasus ini.
Sementara Pelaku YS (29) kepada wartawan mengaku penganiayaan itu berawal adanya perkelahian atau kontak fisik antara empat orang pria yang tak lain bapaknya dan saudara bapaknya. Ketika itu dia mendatangi lokasi untuk melerai. “Saat itu saya mendekat untuk melerai, tapi korban malah menuduh saya ikut serta dan menghardik saya,”  ujar YS.
IMG_20160109_164447
Merasa kesal ,ia berlari ke dalam dapur mengambil sebilah clurit. Setelah mengambil clurit YS kembali menemui korban dengan maksud hanya menggertak dan melerai agar keempatnya menghentikan perkelahian. ” Tapi  korban melawan dan membuat saya gelap mata, dan langsung membacokkan clurit ke arahnya,”katanya.
Setelah kejadian itu,YS mengaku tak kabur. Ia menetap di rumah saudaranya yang masih berada di Seberang Padang. Pihak keluarganya memang sudah berupaya menyelesaikan persoalan itu, karena akan menikah agar tidak menjadi masalah kedepannya.
“Namun karena tidak ada kesepakatan, akhirnya saya ditangkap padahal saya akan melangsungkan akad nikah hari ini. dan resepsinya besok Minggu. Tenda sudah berdiri, pelaminan sudah dipasang, begitu juga undangan juga sudah disebar,” ungkapnya dengan nada mata berkaca-kaca. Mempelai wanita yang berada disampingnya juga tampak disaput duka.  Matanya ikut berkaca-kaca. (baim).
Nita Indrawati
By Nita Indrawati Januari 9, 2016 18:19
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Loading...