Wagub Sumbar Usulkan Ada Asuransi bagi Masyarakat Terdampak Bencana

Melda
By Melda December 5, 2017 13:50

Acara Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Seminar on Disaster Risk Financing in The Asia Pasific Region di Kota Padang 4-6 Desember 2017, Selasa (05/12). (foto: humas)

PADANG – Wakil Gubernur Sumatera  Barat, Nasrul Abit mengusulkan kepada Menteri Keuangan untuk mengadakan asuransi kepada masyarakat yang terkena dampak bencana, khususnya masyarakat yang berpenghasilan rendah.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit saat membuka acara Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Seminar on Disaster Risk Financing in The Asia Pasific Region di Kota Padang, 4-6 Desember 2017, Selasa (05/12).

Dikatakan Wagub, Sumbar yang terdiri dari 12 kabupaten dan 7 kota, ada 3 di antaranya yang memiliki indeks resiko bencana yang tinggi, yaitu Padang, Padang Pariaman, dan Kepulauan Mentawai. Untuk itu, perlu adanya peningkatkan kapasitas dan kebijakan domestik untuk memperkuat ketahanan fisikal dalam mengatasi risiko finansial yang diakibatkan oleh bencana yang terjadi. Ia mencontohkan kondisi Bukittinggi pasca kebakaran di Pasar Ateh di mana masyarakat pedagang sudah dua kali demo tapi pemerintah belum bisa apa-apa karena tidak ada dana.

Meskipun ada anggaran dana untuk tanggap darurat dari Badan Penangulangan Badan Daerah (BPBD), tapi pasca bencana tidak ada yang bisa bergerak untuk mendanakan. “Hal itu sudah saya usulkan juga ke Kemendagri tapi belum ada tanggapan,” katanya.

Wagub Sumbar Nasrul Abit saat membuka acara Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Seminar on Disaster Risk Financing in The Asia Pasific Region di Kota Padang 4-6 Desember 2017, Selasa (05/12). (foto: humas)

Lebih lanjut, Nasrul meminta agar seluruh kabupaten/kota mempersipakan risiko bencana dengan cara menyiapkan shelter-shelter, tempat pengungsian, pemuda siaga bencana, masyarakat siaga bencana dan meningkatkan kewaspadaan.

Pemprov Sumbar, katanya, sangat mendukung adanya Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Seminar on Disaster Risk Financing in The Asia Pasific Region, dimana pihak terkait bisa berdiskusi tentang perkembangan terkini atas kebijakan pembiayaan risiko dan asuransi bencana di dalam negeri, untuk melihat berbagai kebijakan dan peraturan-peraturan yang ada saat ini dalam rangka pengurangan risiko bencana.

Seminar itu dihadiri juga oleh Prof. Suahasil Nazara, Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementrian Keuangan, Kepala Kanwil Pembendaharaan Sumbar Ade Rohmat, dan undangan dari APEC dan Negara-Negara anggota ASEAN, perwakilan mitra multilateral (Worl Bank, ADB, dan OECD), perwakilan Kementerian/Lembaga Indonesia, dan perwakilan instansi Pemerintahan di Indonesia. (rin/*)

Melda
By Melda December 5, 2017 13:50
Loading...
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Loading...