Wagub Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Nurul Hasanah

Melda
By Melda Januari 5, 2018 18:15

Wagub Sumbar Nasrul Abit melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Nurul Hasanah di Padang Sarai. (foto: humas)

PADANG – Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Nurul Hasanah Mega Permai 1 tahap 2 RW 10 Kelurahan Padang Sarai Kecamatan Koto Tangah, Padang, Jum’at (5/1). Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Nurul Hasanah itu merupakan perubahan status dari mushalla menjadi masjid yang merupakan aspirasi masyarakat yang semakin ramai.

Wagub Nasrul Abit dalam kesempatan itu menyampaikan, masjid merupakan tempat ibadah yang baik dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Masjid juga dapat sebagai pembinaan umat untuk lebih baik lagi setiap waktu.

“Orang yang rajin ke masjid ibadahnya akan terasa lebih baik daripada orang-orang yang ibadahnya di rumah. Ada 27 kali nilainya sesuai sunnah Allah. Karena itu, mari kita makmurkan masjid untuk kebaikan umat,” ujar Wagub Nasrul Abit.

Wagub Sumbar Nasrul Abit melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid di Padang Sarai. (foto: humas)

Nasrul Abit pada kesempatan itu juga menyampaikan keprihatinannya terhadap perkembangan perilaku LGBT yang dari analisis kedokteran menunjukkan penyebaran HIV dan AIDS terbesar. Apalagi di Sumatera Barat dengan filosofi Adat Bansandi Syarak -Syarak Basandi Kitabullah, amat malu rasanya jika perilaku LGBT berkembang luas.

Baca juga  Wagub Sumbar Usulkan Ada Asuransi bagi Masyarakat Terdampak Bencana

“Karena itu, mari kita lawan dan perangi perilaku LGBT dengan memperhatikan anak kemenakan kita untuk datang ke masjid belajar agama yang baik,” kata Wagub.

Ditekankan Wagub, tidak ada tempat bagi LGBT di Sumatera Barat. Jangan biar kelompok LGBT merusak generasi muda. Karena itu, masyarakat diminta memperhatikan sekitar. Jika ada perilaku menyimpang agar dilaporkan ke pihak terkait untuk dilakukan pembinaan.

Sementara, Ketua Masjid, Drs. Nugraha dalam kesempatan itu menyampaikan, pembangunan masjid merupakan aspirasi masyarakat. Ketika menjadi mushalla, pihaknya telah melakukan penilaian dari kategori C, tahun 2008, ketegori B tahun 2014 dan tahun 2017 telah terdaftar menjadi kategori A.

Beberapa fasilitas mushalla telah dibangun. Termasuk mendirikan pendidikan TPA yang saat ini telah memiliki santri 103 orang dan alumninya sudah mencapai 200 orang.

Keinginan menjadikan mushalla Nurul Hasanah menjadi Masjid merupakan aspirasi masyarakat. Selain jumlah penduduk semakin banyak, juga keinginan agar shalat Jum’at dapat dilaksanakan di rumah ibadah itu.

Baca juga  Fraksi Nasdem DPRD Sumbar Tolak Rencana Keberangkatan ke Jerman

Dengan luas 203 meter persegi, masjid itu akan dilakukan pembangunan yang perkiraan akan menelan biaya Rp2,3 miliar. Saat ini, panitia pembangunan memulai demgan dana sekitar Rp29 juta.

“Kita yakin dengan semangat kebersamaan, pembangunan Masjid Nurul Hasanah akan dapat dibangun sesuai harapan. Semoga Allah merahmati hidup kita semua,” doa Nugraha.

Wagub Nasrul Abit selain meletakkan batu pertama, juga melakukan penandatangan prasasti perubahan nama Mushalla Nurul Hasnah menjadi Masjid Nurul Hasanah. (rin/*)

Melda
By Melda Januari 5, 2018 18:15
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Tinggalkan Balasan