Upaya Menjaga Keamanan Menjadi Alasan Pemerintah Tutup Aplikasi Telegram

Melda
By Melda Juli 17, 2017 05:53
Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan seusai memberikan kuliah umum pada pendidikan Akademi Bela Negara Partai Nasdem di Jakarta, Minggu (16/7). (foto: humas)

Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan seusai memberikan kuliah umum pada pendidikan Akademi Bela Negara Partai Nasdem di Jakarta, Minggu (16/7). (foto: humas)

JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) menutup aplikasi Telegram belum lama ini. Hal itupun mendapat respon pro kontra dari masyarakat.

Menanggapi hal itu, Presiden RI Joko Widodo menyatakan, pemerintah menutup Telegram karena aplikasi tersebut dianggap dapat dimanfaatkan sebagai jalur komunikasi untuk hal-hal yang berkaitan dengan terorisme. Menurutnya, pemerintah sudah cukup lama mengamati hal itu sebelum memutuskan untuk memblokir aplikasi telegram.

“Negara ini mementingkan keamanan negara dan keamanan masyarakat, oleh sebab itu keputusan itu dilakukan,” jelas Jokowi usai memberikan kuliah umum pada pendidikan Akademi Bela Negara Partai Nasdem di Jakarta, Minggu (16/7).

Menurut Presiden, pemerintah mendeteksi adanya ribuan aktivitas komunikasi antar negara dalam aplikasi tersebut yang mengarah kepada aktivitas terorisme. Kerja sama antara Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan perusahaan aplikasi media sosial dan layanan pesan instan juga telah dilakukan untuk memberantas akun-akun terorisme, sehingga langkah pemblokiran Telegram tidak akan diikuti dengan penutupan media sosial yang lain.

Selain telegram, masih banyak aplikasi lain yang masih dapat digunakan masyarakat untuk berkomunikasi. “Masih banyak aplikasi-aplikasi yang lain yang bisa digunakan,” ujar Presiden. (rin/*)

 

Melda
By Melda Juli 17, 2017 05:53
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

loading...
loading...
loading...