Tim Verifikasi Kota Sehat Kunjungi Padangpanjang

Melda
By Melda October 13, 2017 12:13

Wakil Walikota Padangpanjang, Mawardi. (foto: humas)

PADANGPANJANG – Untuk mendapatkan penghargaan “Kota Sehat” pada tingkat nasional, Kota Padangpanjang didatangi tim verifikasi dari Kementerian Kesehatan. Penilaian berlangsung selama 2 hari yaitu 12 sampai 13 Oktober 2017. Tim akan menilai setiap sudut di Kota Padangpanjang.

Wakil Walikota Padangpanjang Mawardi saat menerima tim Verifikasi Kota Sehat Tingkat Nasional Tahun 2017 di Hall Balaikota Padangpanjang, Kamis (12/10) mengatakan, verifikasi Kota Sehat bertujuan untuk mewujudkan kota yang sehat, aman, nyaman sehingga dapat dihuni oleh penduduk untuk mencari nafkah dan mendapatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Kami sudah mempersiapkan diri dari beberapa tahun lalu. Mulai dari perangkat-perangkat OPD, unsur masyarakat, forum-forum yang terlibat, dan kami semua telah bersatu untuk mendapatkan penghargaan kota sehat ini,” kata Mawardi pada acara yang dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Asisten I Asrul, Staf Ahli, kepala OPD serta tim Pembina Kota Sehat Provinsi Sumatera Barat dan tim pembina Forum Kota Sehat Kota Padangpanjang.

Mawardi menerangkan, Kota Padangpanjang telah menyediakan truk-truk dan bak sampah serta tempat mendaur ulang sampah. Dari 8 tatanan Kota Sehat yang ada, Kota Padangpanjang sudah mencapai 80 persen.

“Kita harus menjaga kondisi dan situasi agar kondusif yang artinya kita memberikan kenyamanan. Kita berikan peluang untuk masyarakat merasakan alam yang sejuk segar dan sehat di Kota Padangpanjang ini. Semoga Kota Padangpanjang mendapatkan nilai yang baik serta mendapatkan penghargaan kota sehat,” kata Mawardi.

Sementara itu, Ketua Tim Verifikasi dari Kementerian Kesehatan, Donal Simanjuntak menerangkan, verifikasi kota sehat dilakukan setelah adanya bahan penilaian yang dikirim oleh Pemko Padangpanjang ke pemerintah pusat. Menurutnya, ada delapan tatanan atau indikator yang dinilai, yaitu kawasan permukiman dan sarana prasarana umum, kawasan sarana tertib lalu lintas dan pelayanan transportasi, kawasan hutan sehat, kawasan industri dan perkantoran sehat. Selanjutnya, kawasan pariwisata sehat, ketahanan pangan dan gizi, kehidupan masyarakat sehat yang mandiri dan kehidupan sosial yang sehat.

“Semuanya harus terpenuhi, sehingga bisa mendapatkan predikat kota sehat paling tinggi dari Kementerian Kesehatan. Ada beberapa kriteria penilaiannya, yaitu dimulai dari Unsur Kelembagaan dari Forum Kota (Masyarakat), serta tim Pembina dari Pemko sendiri (OPD terkait),” jelas Donal.

Donal Simanjuntak juga menambahkan, dilihat dari unsur kelembagaannya, tim akan menilai apakah aktif dalam kegiatannya, efektif dan apakah seksi perencanaannya berjalan. Selain itu, penilaian juga meliputi laporan dinamika yang bagus, serta dukungan dari Pemko Padangpanjang sendiri.

“Kegiatan ini juga berdampak kepada masyarakat dimana masyarakat akan mendapatkan udara yang segar, sejuk. Apalagi untuk Lansia akan mendapatkan kesehatan yang melebihi biasanya karena lingkungan kita bersih,” ujar Donal.

Ketua Pembina Kota Sehat, Sonny Budaya Putra AP, M.Si menerangkan, pelaksanaan Kota Sehat sudah dilakukan sejak tahun 2006. Pada tahun 2007, Kota Padangpanjang mendapatkan penghargaan Swastisaba Wiwerda dan pada tahun 2009 sampai 2015 Kota Padangpanjang memperoleh penghargaan tertinggi, yaitu Swastisaba Wistara.

“Kita berharap Kota Padangpanjang mendapatkan penghargaan kota sehat yang ke empat kalinya. Ini merupakan persembahan terakhir sebelum berakhirnya masa jabatan Walikota Padangpanjang dan Wakil Walikota Padangpanjang periode 2013-2018 ini,” jelas Sonny.

Namun, yang lebih penting dari penghargaan kota sehat, adalah kebiasaan hidup sehat sudah tersosialisasi dan terimplementasi dengan baik serta menjadikan masyarakat yang sehat, cerdas dan berbudaya. Penyerahan Cindera Mata serta Berfoto bersama menutupi acara Kunjungan Tim Verifikasi Kota Sehat Tingkat Nasional 2017 tersebut. (ris/r)

Loading...
Melda
By Melda October 13, 2017 12:13
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Loading...