Terapi Bekam Tanduk Sapi Madura Digemari Warga Mentawai

Melda
By Melda October 13, 2017 14:07

Bekam tanduk sapi dari Madura yang mulai dipraktekkan di daerah Mentawai. (ers)

MENTAWAI – Metode pengobatan secara bekam menggunakan tanduk sapi madura saat ini menjadi alternatif pengobatan bagi masyarakat Mentawai yang ingin berobat tanpa bahan kimia.

Salah satu pasien, Rahadio tampak sedang melakukan bekam tanduk sapi di punggung, ketika Nasrullah (27) asal Madura Pemekasan bersama adiknya Nitha (23) menyambangi Kantor PWI Kepulauan Mentawai, Kamis (12/10). Nasrullah dan adiknya biasa mendatangi kantor-kantor Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai yang ada di Tuapejat untuk melayani pengobatan dengan cara itu. Bahkan, selama 10 hari di Bumi Sikerei, mereka juga melakukan pengobatan sampai ke daerah Siberut dan Sikakap.

Dua kakak beradik asli Sumenep Madura yang sudah bertahun-tahun menggeluti ilmu pijit refleksi dan metode bekam itu sebelumnya datang bersama tujuh orang lainnya. Mereka menyebar memberikan pelayanan pengobatan tradisional di beberapa titik lokasi di Mentawai sekaligus membuka praktek di salah satu penginapan di Tuapeijat.

Di Madura, kata Nitha, terapi bekam sudah dikenal akrab oleh masyarakat dengan menggunakan tanduk sebagai alat pembekam. Di Madura, terapi metode bekam dengan tanduk sapi itu juga disebut dengan terapi canthuk. Tanduk sapi sudah dibentuk dan disesuaikan agar bisa digunakan sebagai alat pengekopan atau bekam.

Kedatangan dua tenaga terapis tradisional Madura ke Mentawai, khususnya di Tuapeijat, nampak diminati oleh para pegawai di lingkungan Pemkab Mentawai serta masyarakat setempat. Terbukti dengan banyaknya pasien yang menggunakan jasa mereka.

Dengan terampil, gadis berparas ayu berusia 23 tahun itu menempelkan belasan tanduk sapi ke punggung pasiennya sebagai alat bekam. Setangkai kawat dengan nyala api di ujungnya digunakan untuk memanasi setiap tanduk sapi hingga menempel ke punggung pasien. Sepuluh menit berselang, Nitha melepas satu per satu tanduk sapi dari punggung pasiennya. Bekas bekaman berbentuk lingkaran merah kecil terlihat di punggung si pasien. Dengan cekatan, dia melanjutkan terapi dengan mengurut punggung pasien menggunakan minyak angin.

Dikatakan, Bekam kering itu manfaatnya menghilangkan sakit pinggang, rematik, asam urat, dan kolesterol. Bekam tanduk sapi bisa untuk mengeluarkan angin atau darah kotor. Kemudian, dipijat untuk melonggarkan urat yang sudah kaku.

Diakuinya, mayoritas pengguna jasa pengobatan tradisional adalah para pegawai di kantor-kantor. “Rata-rata keluhannya adalah sakit pinggang dan kaki,” sebut Nitha yang mengaku mendapat keahlian bekam tanduk sapi itu dari ibunya di Madura.

Nitha dan Nasrullah bersyukur, kedatangannya jauh-jauh dari Madura berbuah manis. Dengan tarif sebesar Rp150.000 yang terdiri dari upah bekam sebesar Rp50.000 dan mahar 1 butir air menuaan Rp100.000 yang dia patok kepada setiap pasien, mereka mengaku memperoleh penghasilan cukup lumayan setiap harinya.

“Alhamdullillah, rata-rata ada 15 orang lebih seharinya. Itu untuk saya sudah maksimal karena saya sudah kelelahan,” ungkapnya.

Khasiat bekam tanduk sapi yang ditawarkan Nasrullah dan Nitha nampaknya bukan isapan jempol belaka. Salah seorang pengguna jasa bekam tanduk sapi, Rahadio (49) yang juga seorang pegawai negeri di Dinas Kominfo Mentawai mengaku, rasa nyeri punggung dan kesemutan pada kaki yang sering dirasakannya setelah menjalani terapi selama 30 menit, bisa berkurang.

“Saya sering merasakan nyeri punggung dan kesemutan kaki, tapi Alhamdullillah setelah dibekam terus tadi juga diurut dengan air menuaan, sekarang segar. Hilang nyeri di punggung saya,” tuturnya. (ers)

Loading...
Melda
By Melda October 13, 2017 14:07
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Loading...