Tahun Ini Seluruh Pemda Sudah Terapkan Sistim Berbasis Elektronik

Febry Chaniago
By Febry Chaniago Januari 5, 2017 18:12
Menteri PANRB Asman Abnur (tengah), Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Rini Widyantini (kiri) dan Bupati Bojonegoro Suyoto (kanan) saat rapat koordinasi pemaparan implementasi e-Government dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro di kantor Kementerian PANRB, Kamis (05/01). (Kemen PANRB)

Menteri PANRB Asman Abnur (tengah), Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Rini Widyantini (kiri) dan Bupati Bojonegoro Suyoto (kanan) saat rapat koordinasi pemaparan implementasi e-Government dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro di kantor Kementerian PANRB, Kamis (05/01). (Kemen PANRB)

JAKARTA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur berharap pada tahun 2017 ini, seluruh pemerintah daerah baik kabupaten dan kota maupun provinsi sudah menerapkan sistem berbasis elektronik. Hal tersebut merupakan langkah pemerintah dalam rangka percepatan implementasi Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE).

“Saat ini langkah konkrit kita adalah menularkan, targetnya tahun 2017 semua kabupaten kota  dan provinsi sudah mengacu kepada sistem yang berbasis elektronik ini. Mau mulai dari mana terserah yang penting sudah memulai,” katanya, seperti dikutip dari situs Kemen PANRB, saat memberi arahan dalam kegiatan rapat koordinasi dengan agenda pemaparan implementasi e-Government di lingkungan Kabupaten Bojonegoro, Kamis (05/01).

Dia menyebutkan, ada beberapa daerah yang dapat dijadikan contoh dalam penerapan sistem berbasis Informasi Teknologi (IT) bagi daerah lainnya, seperti Bojonegoro, Banyuwangi, Jogjakarta, serta Surabaya. Menurutnya, sekarang ini sudah bukan lagi saatnya melakukan teori, perencanaan maupun studi banding. Namun sudah saatnya bagi seluruh instansi pemerintah baik pusat dan daerah melakukan studi tiru.

Dalam kegiatan yang dimoderatori oleh Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Rini Widyantini itu, Asman menilai bahwa  saat ini di daerah sudah banyak inovasi yang dilakukan, namun beberapa diantaranya terbentur dengan masalah aturan yang berlaku. Kendati demikian dirinya tetap meminta jika daerah terbentur masalah aturan, maka aturan tersebut yang harus diperbaiki bukan justru rencananya yang dirubah. Menurutnya, jika daerah hanya berkutat dengan urusan yang dapat menghambat maka inovasi tidak akan berjalan.

Ia menambahkan jika sekarang ini hanya tinggal bagaimana inovasi dari berbagai daerah yang menjadi role model dapat direplikasi oleh daerah lain. Untuk itu dirinya meminta agar daerah yang sudah berjalan dengan inovasinya dapat memperluas serta menularkan apa yang telah dibuat kepada daerah lain, sehingga program pemerintah melalui SPBE dapat berjalan dengan baik.

Pada kesempatan itu, Bupati Bojonegoro Suyoto menyatakan, Pemkab Bojonegoro saat ini telah memiliki setidaknya 60 aplikasi yang seluruhnya sudah berbasis IT. Langkah tersebut menurutnya efektif dalam proses yang bersifat transparan serta akuntable guna terwujudnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah kabupaten Bojonegoro.

Dirinya menekankan, akan terus melakukan inovasi, karena memang di jaman sekarang pemerintah dituntut untuk terus melakukan inovasi karena persaingan global yang semakin berat kedepannya.

“Kita akan terus menciptakan inovasi-inovasi, agar terwujudnya pemerintah khususnya di kabupaten Bojonegoro yang transparan dan akuntable,” pungkasnya.

Dalam kegiatan ini turut hadir Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji, para pejabat di lingkungan Kementerian PANRB serta beberapa perwakilan kementerian dan lembaga. (feb/*)

Febry Chaniago
By Febry Chaniago Januari 5, 2017 18:12
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

loading...