Sipak Rago Diperlombakan di Festival Siti Nurbaya

Febry Chaniago
By Febry Chaniago April 15, 2017 15:15
Pertandinngan Sipak Rago dalam rangkaian Festival Siti Nurbaya tahun 2017 yang digelar Pemko Padang, Sabtu (15/4). (dio)

Pertandinngan Sipak Rago dalam rangkaian Festival Siti Nurbaya tahun 2017 yang digelar Pemko Padang, Sabtu (15/4). (dio)

PADANG – Sipak Rago, sebuah permainan tradisional anak nagari di Minangkabau tempo dulu diperkenalkan kembali kepada generasi muda masa kini di Festival Siti Nurbaya tahun 2017. Festival Siti Nurbaya merupakan agenda tahunan Pemerintah Kota Padang sebagai ajang pelestarian seni tradisi anak nagari.

Sipak Rago merupakan sebuah permainan atau olahraga ketangkasan memainkan sebuah bola atau disebut “rago” yang biasanya dibuat dari rotan atau lidi daun enau. Sepintas, cara bermain Sipak Rago mirip dengan teknik permainan sepak takraw dan bahkan saat inipun yang digunakan sebagai “rago” adalah bola yang biasa digunakan untuk bermain sepak takraw.

Loading...

Perbedaannya, dalam permainan Sipak Rago para pemain berada dalam satu lingkaran, dengan jumlah pemain paling banyak delapan orang. Sementara sepak takraw, masing-masing tim terdiri dari tiga pemain akan saling berhadapan pada sebuah lapangan persegi panjang dipisahkan oleh net atau jala pembatas.

Menurut Hendra, salah seorang juri Sipak Rago, nilai peserta akan dilihat dari teknik mempermainkan bola. Sipak Rago, seperti halnya Sepak Takraw hanya boleh dimainkan dengan kaki dan kepala. Teknik mempermainkan bola menurut Hendra ada yang disebut jilek, singgang, rabah dan banak.

Jilek adalah teknik memainkan bola dengan telapak atau punggung kaki sementara rabah adalah teknik memainkan bola dengan lutut. Sementara singgang merupakan teknik memainkan bola pusing atau berputar dan banak adalah permain bola dengan kepala. Satu kategori penilaian lagi adalah bulus, yaitu bagaimana mempersulit pengembalian bola kepada peserta lainnya sehingga bisa menyebabkan bola mati di kaki lawan.

“Jadi yang dinilai teknik-teknik seperti itu karena memang itulah dasar dari teknik bermain sipak rago. Selanjutnya juga masuk dalam penilaian yaitu lamanya waktu peserta bisa mempertahankan bola tetap berada di udara, tidak jatuh ke tanah,” urainya.

Pada Lomba Sipak Rago yang digelar di Pantai Padang, Sabtu (15/4) diikuti oleh empat tim dari empat kecamatan di Kota Padang. Diantaranya adalah  tim dari Kecamatan Kuranji, Lubuk Kilangan, Padang Barat dan Kecamatan Koto Tangah. Festival Siti Nurbaya 2017 dibuka Jumat (14/4) dan akan berlangsung hingga Minggu (16/4).  (feb)

Febry Chaniago
By Febry Chaniago April 15, 2017 15:15
Loading...
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Loading...