Serapan Anggaran Rendah Karena ada Kegiatan Tak Terlaksana

Febry Chaniago
By Febry Chaniago Juni 2, 2016 15:36

PADANG – Sorotan fraksi-fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat terhadap rendahnya serapan anggaran di sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dijawab Gubernur Sumatera Barat. Jawaban itu disampaikan dalam rapat paripurna DPRD, Kamis (2/6).

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dalam rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Arkadius Datuak Intan Bano menjelaskan, tersisanya anggaran di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) adalah karena adanya kegiatan yang tidak dilaksanakan. Begitu juga di SKPD lain, disamping kelebihan akibat efisiensi anggaran.

“Hal itu karena ada kegiatan yang tidak bisa dilaksanakan sementara anggarannya sudah terlanjur masuk dalam APBD. Selain itu, kelebihan anggaran disebabkan efisiensi anggaran dan sisa tender kegiatan,” jelas Irwan.

Program Wajib Pendidikan menurut Irwan dilaksanakan oleh tiga SKPD termasuk Disdikbud dengan serapan 72,53 persen. Namun anggaran untuk Disdikbud terserap hanya 71,52 persen. Dari total anggaran dialokasikan sebesar Rp74,338 miliar hanya mampu direalisasikan sebesar Rp53,165 miliar.

Irwan juga mengakui ada beberapa SKPD lain yang serapan anggarannya juga rendah, seperti Lingkungan Hidup, Energi Sumberdaya Mineral dan lainnya. Saran dan masukan dari fraksi-fraksi di DPRD akan menjadi perhatian bagi pemerintah dalam rangka mengevaluasi pelaksanaan program pembangunan daerah yang dibiayai APBD.

Rapat paripurna tersebut beragendakan mendengarkan jawaban Gubernur terhadap pandangan umum fraksi-fraksi atas Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun 2015. Sebelumnya, sejumlah fraksi mempertanyakan rendahnya serapan angggaran di sejumlah SKPD terutama Dinas Pendidikan yang berdampak kepada besarnya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) pada APBD tahun 2015.

Dalam penyampaian Nota Pengantar Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun 2015, disebutkan bahwa SILPA APBD tahun 2015 adalah sebesar Rp229,5 miliar. Jumlah tersebut adalah setelah SILPA terkoreksi sekitar Rp22,032 miliar yang merupakan kas Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada empat Rumah Sakit Daerah. SILPA sebelum terkoreksi adalah Rp251,497 miliar yang terdiri dari kelebihan target Pendapatan Daerah Rp16,094 miliar, penghematan belanja daerah Rp210,403 miliar, sisa pebiayaan Rp25 miliar. (feb)

Febry Chaniago
By Febry Chaniago Juni 2, 2016 15:36
Loading...
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*