Sepanjang 2016, BI Sumbar Temukan 759 Lembar Upal

Febry Chaniago
By Febry Chaniago January 10, 2017 17:04
Uang Kertas desain baru. (BI)

Uang Kertas desain baru Tahun Emisi 2016 memiliki unsur pengaman yang lebih sulit untuk ditiru atau dipalsukan. (BI)

PADANG – Upaya Bank Indonesia menjaga keaslian Rupiah terus dilakukan, salah satunya dengan mengeluarkan uang desain baru Tahun Emisi 2016. Uang desain baru TE 2016 ini memiliki tingkat pengamanan lebih tinggi sehingga semakin sulit dipalsukan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumatera Barat Puji Atmoko, Selasa (10/1) dalam silaturahim awal tahun 2017 sekaligus sosialisasi uang Rupiah desain baru mengungkapkan, sepanjang tahun 2016, pihaknya telah menemukan sebanyak 759 lembar uang palsu (upal).

“Jumlah ini meningkat 186 lembar atau 32,46 persen dari tahun lalu (2015)  573 lembar upal,” jelasnya.

Temuan Upal di Sumatera Barat cenderung meningkat setiap tahun, seperti di tahun 2013 ditemukan sebanyak 392 lembar, tahun 2014 bertambah menjadi 607 lembar. Tahun 2015 turun menjadi 573 lembar namun naik lagi tahun 2016 menjadi 759 lembar.

Terkait proses hukum penindakan uang palsu, dalam kesempatan yang juga dihadiri oleh pejabat Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar itu, Puji meminta agar tidak menyebutkan temuan alat bukti uang palsu dalam jumlah nominal tetapi dalam jumlah lembar. Hal itu karena menurutnya, upal adalah lembaran kertas yang dibuat oleh pelaku kejahatan mirip dengan uang namun tetap tidak punya nilai.

Puji menyebutkan, semakin lama uang beredar di masyarakat, membuat pihak-pihak yang berniat tidak baik mendapat kesempatan mempelajari struktur dan desain uang, khususnya uang kertas. Untuk itu, pada keluaran uang Rupiah baru, ada peningkatan terhadap beberapa unsur pengamanan.

Menurutnya, dengan dicetak dan diedarkannya uang desain baru TE 2016, Bank Indonesia tidak mencetak lagi uang yang sudah beredar sebelumnya. Namun, uang tersebut masih tetap berlaku dan sah sebagai alat pembayaran sampai waktunya nanti Bank Indonesia memutuskan untuk mencabut atau menariknya.

“Jadi pencetakan selanjutnya adalah uang dengan desain baru. Uang desain lama secara bertahap sesuai tingkat kelayakannya secara fisik akan ditarik dan dimusnahkan untuk diganti dengan uang baru. Namun uang desain lama tersebut tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah,” paparnya.

Puji menyebut, beberapa unsur pengaman yang diperkuat pada desain uang Rupiah TE 2016 antara lain Color Shifting, Rainbow Feature, Latent Image, Ultra Violet feature, Blind Code/ Tactile Effect dan Rectoverso. Color shifting, apabila dilihat dari sudut pandang berbeda akan terjadi perubahan warna secara kontras.

Sedangkan Rainbow Feature pada uang Rupiah, menurutnya, apabila dilihat dari sudut tertentu akan memunculkan gambar tersembunyi multi warna berupa angka nominal. Terkait Latent Image, menurutnya adalah apabila dilihat dari sudut tertentu akan muncul gambar tersembunyi berupa teks BI pada bagian depan dan angka nominal pada bagian belakang.

Feature Ultra Violet pada uang Rupiah desain baru, kata Puji juga sudah mencapai level 2. Desain UV feature membuat uang kertas akan memendar menjadi dua warna dibawah sinar UV. Pada bagian pinggir uangn kertas ditambahkan Blind Code, yaitu sebuah desain tertentu pada bentuk kode tuna netra berupa efek rabaan (tactile effect) untuk membantu membedakan antar pecahan dengan lebih mudah.

Fitur pengaman terakhir adalah gambar saling isi atau dikenal dengan istilah rectoverso. Sebuah bentuk gambar yang secara kasat mata tidak beraturan namun apabila diterawang akan terbentuk gambar saling isi berupa logo BI.

“Rectoverso dibuat dengan suatu teknik cetak khusus pada uang kertas membuat gambar pada posisi yang sama dan saling membelakangi, apabila diterawang akan membentuk sebuah gambar utuh, dalam hal ini adalah logo BI,” jelasnya.

Puji menambahkan, teknik rectoverso juga digunakan beberapa mata uang negara lain di dunia seperti Euro, Baht Thailand, Poundsterling UK dan Won Korea. (feb)

Febry Chaniago
By Febry Chaniago January 10, 2017 17:04
Loading...
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Loading...