Seorang Tahanan Ucapkan Dua Kalimat Syahadat di Mapolres Padangpanjang

Melda
By Melda Oktober 19, 2017 19:26

Related Articles

Seorangtahanan Polres Padangpanjang mendapat hidayah dan mengucapkan dua kalimat syahadat. (foto: humas Pemko Padangpanjang)

PADANGPANJANG – Masundung Siahaan, warga asli Penamparan Kabupaten Toba Samosir telah berganti nama menjadi “Ahsan Abdul Hadi Siahaan”. Masundung melafadzkan dua kalimah syahadat usai salat zuhur, Rabu (18/10) siang di Mushola Kapolres Kota Padangpanjang.

Hijrahnya Masundung disaksikan para saksi dan Pemerintah Kota Padangpanjang serta jajaran Polres Padangpanjang ditambah lagi sejumlah pekerja pers se-Kota Padangpanjang.

Masundung lahir pada 3 Oktober 1993 dan saat ini masih berstatus tahanan di Mapolres Kota Padangpanjang. Dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, Masundung (Ahsan) mengucapkan dua kalimah Syahadat untuk meninggalkan agama yang sebelumnya ia anut, yaitu Kristen Katolik, demi masuk dan memeluk agama Islam.

Penyadaran untuk memeluk agama Islam itu telah berlangsung cukup lama. Ahsan telah sadar sejak ia kuliah di ISI semester II. “Saya memeluk Islam setelah benar-benar menyadari hanya Islam-lah agama yang dijamin Allah SWT kebenarannya,” tutur Masundung.

Ahsan mengaku tidak ada yang membujuk-bujuk ataupun memaksa. “Saya masuk Islam dengan kesadaran sendiri. Itupun setelah mendalami dan membedakan antara kitab Injil dan Al-Qur’an dan saya menemukan bahwa memang benar hanya Islam agama yang kebenarannya telah dijamin Allah SWT,” ungkapnya.

“Saat itu, saya bertanya pada teman kuliah tentang agama Islam ini. Cuma dia hanya menjawab jika benar-benar mau masuk Islam ‘tanyakan kepada Ustad’ atau orang yang lebih tahu. Saya bingung kemana harus bertanya lagi, tapi setelah saya berada di Kapolres ini saya akhirnya mendapatkan petunjuk. Dan akhirnya bapak-bapak dari Kapolres menuntun saya untuk masuk agama Islam,” jelasnya.

Walikota Padangpanjang, Hendri Arnis yang hadir saat acara persyahadatan itu mengungkapkan bahwa Kapolres Kota Padangpanjang saat ini memang sangat banyak sekali membawa perubahan untuk Kota Serambi Mekkah. Banyak inovasi yang telah dilakukannya.

“Saya rasa ini merupakan suatu hal yang sangat butuh pemikiran dan kajian yang mendalam, karena ini merupakan pindah keyakinan dan yang akan kita jalani untuk kehidupan ke depannya. Masuk Islam itu memang mudah, tapi jangan sampai meninggalkan semua ajaran dan perintah Allah SWT seperti shalat, mengaji, zikir dan lain sebagainya,” terang Hendri.

“Kita selaku umat muslim yang ada di sini, mari kita ajarkan, kita contohkan semua yang baik terhadap saudara kita yang baru masuk Islam ini. Kita juga harus memantau beliau, memberikan modal dasar mengenai agama Islam,” tambah Hendri.

Sementara itu, Kapolres Padangpanjang AKBP. Cepi Noval, SIK, menjelaskan, semua tahanan yang ada di Kota Padangpanjang setiap harinya diberi bekal untuk shalat dan baca Al-Qur’an.

“Kami ajak semua tahanan disini untuk sholat berjamaah serta mengaji bersama. Ditambah juga dengan mendengarkan tausiah atau pengajian-pengajian lainnya,” terang Cepi Noval.

Ketua DPRD Kota Padang Panjang juga menambahkan bahwa selaku umat Islam tentunya harus memberikan kenyamanan untuk Masundung. Ini merupakan pelajaran untuk kita semua bahwasanya agama yang mulia itu adalah Islam,” jelas Novi. (ris/r)

Melda
By Melda Oktober 19, 2017 19:26
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Loading...