Sembilan Nagari Pemekaran di Agam Sudah Disetujui Gubernur

Melda
By Melda Desember 30, 2017 11:04

Related Articles

Wabup Agam saat melantik dua walinagari di Agam. (fajar)

AGAM – Bupati Agam Indra Catri, Dt. Malako Nan Putiah, Jumat (29/12) melantik dua  pejabat Walinagari sekaligus persiapan dua nagari yang dimekarkan di Kecamatan Baso, yaitu Pj. Walinagari Koto Gadang, Jafri dan Pj. Walinagari Sungai Cubadak, M. Nasir.

Nagari Koto Gadang merupakan pemekaran dari Nagari Koto Tinggi dan Sungai Cubadak pemekaran dari Nagari Tabek Panjang.

Dengan dimekarkannya beberapa nagari di Agam, diharapkan segala lini kehidupan masyarakat akan mengalami dampak yang positif, terutama kemudahan dalam melakukan akses pelayanan.

Secara umum, di Kabupaten Agam ada sembilan nagari pemekaran yang sudah keluar surat registrasi dari Gubernur Sumbar. Sembilan nagari tersebut di antaranya, di Kecamatan Baso, Nagari Koto Tinggi dimekarkan menjadi Nagari Koto Gadang, dan Nagari Tabek Panjang dimekarkan menjadi Nagari Sungai Cubadak.

Di Kecamatan Palembayan, Nagari Salareh Aia di mekarkan menjadi tiga nagari, yaitu Salareh Aia Barat, Salareh Aia Timur dan Salareh Aia Utara.

Kemudian, di Tanjung Raya, Nagari Tanjung Sani dimekarkan menjadi Nagari Dalko (Dama Gadang, Koto Panjang dan Lubuak Sao.

Sementara itu, di Kecamatan Kamang Magek, Nagari Kamang Mudiak dimekarkan menjadi dua nagari yakni, Kamang Tangah VI Suku dan Nagari Pauh Kamang Mudiak) dan di Kecamatan Palupuh, Nagari Nan Tujuah dimekarkan menjadi Nagari Nan Limo.

Setelah ini, juga akan disusul oleh nagari persiapan Durian Kapeh Darussalam. Nagari tersebut, Perbupnya sudah keluar, tinggal menunggu registrasi dari Gubernur. Dan lima nagari di Lubuk Basung saat ini masih dalam proses Perbup dan Nagari Tigo Koto Silungkang.

Pemkab Agam menargetkan tahun depan nagari yang dimekarkan Perdanya sudah keluar.

Pada kesempatan itu, bupati menyampaikan beberapa pesan kepada Pj. Walinagari, sebagai kepala pemerintahan di nagari yang baru. Di antaranya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menegakkan aturan (luak bapaga undang, nagari bapaga adat, menentukan batas wilayah daerah sesuai topografi, membentuk susunan organisasi, membuat master plan nagari, membuka akses nagari dan menjaga kerukunan masyarakat. (fajar)

Melda
By Melda Desember 30, 2017 11:04
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Loading...