Reses, Maidestal Terima Banyak Keluhan Tentang Sapras Sekolah Dasar

Melda
By Melda Februari 8, 2018 13:13

Related Articles

Maidestal Hari Mahesa saat melakukan reses di daerah pemilihannya. (baim)

PADANG – Anggota DPRD Kota Padang, H.Maidestal Hari Mahesa menemukan permasalahan terkait sarana dan prasarana (sapras) sekolah dasar masih sangat memprihatinkan. Hal itu diketahuinya dari reses I tahun 2018 di Kecamatan Padang Utara yang dilakukan bersama sejumlah kepala Sekolah Dasar (SD), komite sekolah, dan tokoh masyarakat, Rabu (7/2).

Pada pertemuan dalam reses itu, hampir semua kepala sekolah maupun komite sekolah yang hadir mengeluhkan sarana prasarana yang masih sangat memprihatinkan. Misalnya saja, terkait WC sekolah yang tidak ada dan kalaupun ada dalam kondisi rusak. Atau, atap sekolah yang bocor, mobiler sekolah yang tidak mencukupi dan lain sebagainya.

“Ini sangat miris bagi kita sebenarnya. Kenapa? Karena, ternyata hampir merata permintaan mereka adalah sanitasi atau WC. Sekolah dengan 100 siswa, hanya ada dua WC, bahkan WC itu tidak layak digunakan karena tidak berfungsi,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Padang, Maidestal.

Kondisi itu diperparah dengan kondisi pagar sekolah dan mobiler, seperti kursi dan meja belajar, ruangan kepala sekolah dan mushalla yang tidak ada. Bahkan, sekolah sering banjir dan banyak atap sekolah yang bocor.

“Misalnya di SD 22 Ulak Karang, SD Alai, SD 11 Lolong Balanti yang hanya tiga lokal, akibatnya mereka membuat shift. WC nya pun tidak ada. Ada lagi sekolah yang pagarnya tidak ada. Ada sekolah yang atapnya bocor. Ada sekolah yang ruang kepala sekolahnya tidak ada, SD 11 dan SD 22. Bahkan, ada yang tidak tuntas-tuntasnya, seakan terabaikan. SD yang lokasinya di Ulak Karang, yaitu SD Tanah Air, itu status tanahnya tidak jelas,” terang anggota dewan tiga periode yang akrab disapa Esa itu.

Dikatakan Esa, selaku Ketua Komisi IV, dirinya akan mengupayakan agar hak-hak dasar anak betul-betul terpenuhi di Kota Padang. Karena, SD, PAUD dan TK itu merupakan hak dasar anak dalam pendidikan, maka harus ada perhatian dari Pemerintah Kota Padang dan pengambil kebijakan.

“Jangan kita menghabis-habiskan anggaran untuk hal-hal yang sifatnya hanya bisa dilihat kasat mata saja. Sekolah ini sangat penting. Dan, paling miris bagi kita, Kepala Sekolah dan komite disuruh mencari anggaran untuk pembenahan sekolahnya,” sebut Ketua DPC PPP Kota Padang ini.

Di samping itu, kata Esa, malah ada oknum di Dinas Pendidikan Kota Padang yang menyuruh kepala sekolah meminta anggaran pokok-pokok pikiran (pokir) anggota dewan. Padahal, tugas kepala sekolah dan komite itu memikirkan sistem belajar mengajar, bukan untuk memikirkan sarana prasarana.

“Minta anggarannya ke mana, kepada anggota dewan? Kok, ada oknum Dinas Pendidikan yang menyampaikan seperti itu. Oknum ini menyuruh kepala sekolah meminta pokir anggota dewan. Masa kepala sekolah disuruh mencari sarana prasarana,” ketus Esa.

Padahal, tegas Esa, anggaran pendidikan di Kota Padang, sesuai dengan Undang-undang, 20 persen dari APBD untuk pendidikan. Bahkan Kota Padang sudah hampir mencapai 30 persen.

“Yang sangat miris kita, anggaran itu memang untuk gaji atau tunjangan segala macamnya untuk di sekolah, untuk belanja pegawai. Tetapi di sisi lain, kegiatan-kegiatan itu banyak yang tidak menyentuh kepada sarana prasarana dan proses belajar mengajar,” urainya.

“Banyak yang seminar, banyak yang sekedar beli buku ini, buku itu segala macam. Kalau dilihat APBD itu, dicerna APBD itu secara keseluruhan, anggaran-anggaran kita, ya seperti itu tadi. Banyak anggaran-anggaran yang tidak menyentuh, seperti kesehatan, pendidikan, hak-hak dasar anak,” katanya.

Selain itu, kata Esa, saat ini sedang disusun Peraturan Daerah (Perda) Kota Padang terkait Kota Layak Anak. Ditambah lagi, Kota Padang sejak tahun 2013 sudah beberapa kali mendapatkan Penghargaan Kota Layak Anak. Tapi, seakan-akan ini yang tertutup mata, seakan-akan terpinggirkan.

“Kita berharap pada tahun 2018 ini, perhatian Pemerintah Kota Padang fokus pada pendidikan. Apalagi dalam program unggulan Pemerintah Kota Padang salah satunya adalah pendidikan gratis,” ungkapnya. (baim)

Melda
By Melda Februari 8, 2018 13:13
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Loading...