Puskesmas Mapadegat Beri Peyuluhan tentang TB Pada Pelajar dan Masyarakat

Melda
By Melda March 19, 2017 10:26

sosialisasi1

MENTAWAI – Salah satu penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan di tengah masyarakat adalah penyakit paru-paru, khususnya Tuberkulosis (TB). Besar dan luasnya permasalahan akibat TB mengharuskan semua pihak untuk dapat berkomitmen dan bekerjasama dalam melakukan penanggulangan TB.

Hal itu dikatakan Kepala Sub Bagian TU Puskesmas  Mapadegat, Tertius Sakoikoi, S.Kep kepada padangmedia.com, Sabtu (18/3) usai memberikan penyuluhan edukasi penjaringan suspek Tuberkulosis kepada pelajar SMP Santo petrus Tuapeijat Kecamatan Sipora Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Kegiatan tersebut telah dilaksanakan di beberapa lokasi wilayah kerja Puskesmas Mapadegat, di antaranya di Dusun Pukarayat, Dusun Berkat Desa Tuapeijat, Dusun Pogari dan Dusun Goiso’oinan. Sementara, peyuluhan lainnya dilakukan di lokasi sekolah seperti SMA Setia Sipora Utara, SMP Santo Petrus, MTSN Sipora Utara, SMPN Negri Sipora Utara, Pesantren dan Asrama Kaum.

Ia mengatakan, kegiatan “Ketuk Pintu” merupakan program dalam memperingati hari TB sedunia yang bertepatan pada tanggal 24 Maret dilaksanakan setiap tahun dengan gerakan masyarakat menuju Indonesia bebas Turbekulosis. Adapun kegiatan ketuk pintu dilakukan di 12 puskesmas yang tersebar di Kabupaten Kepulauan Mentawai agar pengetahuan dan kesadaran masyarakat serta pelajar dalam hal melakukan pencegahan terhadap penyakit infeksi dapat teratasi sejak dini.

Apabila saat penjaringan di lapangan ditemukan tanda dan gejala TB, ucap Tertius, maka petugas langsung mengambil sampel dahak dan memeriksa pasien. Ketika si penderita dinyatakan positif mengidap penyakit TB, maka pihak petugas sudah menyediakan Obat Anti Tuberkulosis (OAT).

Bagi si penderita TB, jelas Tertius, memang kerugian yang diakibatkan sangat besar. Bukan hanya dari aspek kesehatan semata, tetapi dari aspek sosial maupun ekonomi. Dengan demikian, TB merupakan ancaman terhadap cita-cita pembangunan meningkatkan kesejahateraan rakyat secara menyeluruh, karena perang terhadap TB paru berarti perang terhadap kemiskinan, ketidakproduktifan dan kelemahan terhadap TB.

Lebih lanjut dijelaskannya, Tuberkulosis Paru (TB Paru) merupakan penyakit menular yang menyerang paru-paru yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberkulosis. Hal ini disebabkan batuk yang tidak sembuh lebih dari 14 hari, Badan terasa lemah, letih, lesu dan nyeri otot, berkeringat dimalam hari, batuk berdarah, sesak nafas dan tidak nafsu makan.

Saat ini, laporan TB sedunia  oleh WHO, Indonesia menempati peringkat kedua negara yang memilki beban TB tinggi setelah India. Oleh karena itu, upaya pencegahan terus dilakukan di Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan terus melakukan penyuluhan memerangi penyakit TB. (ers)

Melda
By Melda March 19, 2017 10:26
Loading...
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*