Program Agam Menyemai Banyak Membawa Perubahan bagi Masyarakat

Melda
By Melda Januari 13, 2018 19:01

Seorang ibu sedang berada di ladang cabe miliknya. (fajar)

AGAM – Program Agam menyemai yang dicanangkan Bupati Agam H. Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah sekitar enam tahun lalu, ternyata bukan program asal jadi. Program itu dirancang dengan pertimbangan matang, sehingga bisa “dibumikan,” untuk meningkatkan kesejahteraan warga daerah itu.

Ada empat poin penting yang ingin dicapai melalui program tersebut, yakni ketahanan, kecerdasan, kesolehan, dan peradaban. Keempatnya dicapai melalui metoda sosialisasi, pendampingan, dam revitalisasi. Program itu melibatkan pihak pemerintahan, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan masyarakat.

Ketahanan, dimaksudkan ketahanan warga di segala bidang, seperti sandang, pangan, papan, secara berkelanjutan. Dalam artian, warga Agam berkecukupan di bidang sandang, pangan, dan perumahan yang sehat.

“Kita berharap produksi warga melimpah, sehingga terjadi surplus di segala bidang,”ujar Bupati Agam H. Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah kepada padangmedia.com, Sabtu (13/1).

Produksi melimpah, katanya, juga mesti diiringi dengan kualitas produk. Produk berkualitas pasti memiliki nilai jual yang tinggi di pasasran. Kecerdasan bisa diraih bila ketahanan warga sudah tercipta. Karena kecerdasan erat kaitannya dengan gizi makanan berimbang. Sedangkan kesolehan menciptakan warga produktif dan bersyukur mereka yang bersyukur adalah mereka yang mengamalkan ajaran agama dengan baik dan benar.

Baca juga  Empat Tahun Aciak Mart Berlimpah Hadiah

Di samping itu, warga yang soleh memiliki kesadaran sosial yang tinggi. Bila itu tercipta, dipastikan Agam akan menjadi sebuah daerah yang damai, tenteram, dan agamais. Bila ketahanan, kecerdasan, dan kesolehan sudah dimiliki warga Agam, diharapkan mereka akan menjadi warga yang memiliki peradaban terpuji. Hal itu juga akan terlihat dari budaya sehat, dan bersih.

Sejak dicanangkannya Progam Agam Menyemai, salah satu perubahan di tengah masyarakat adalah meningkatnya semangat menanam dan memanfaatkan lagi kolam ikan yang terlanjur “mati.”

“Semangat menanam warga terlihat meningkat drastis. Bukan saja tanah kosong yang dijadikan kebun, tetapi lahan pekarangan pun tidak dibiarkan menganggur,” ujar salah seorang pengamat sosial kemasyarakatan, D. St. Palimo di Lubuk Basung.

Ia menyebutkan, kini lahan pekarangan warga Agam sudah dimanfaatkan untuk menanam tanaman bumbu dapur, dan tanaman buah-buahan. Kolam ikan, yang dulu dibiarkan menjadi sarang nyamuk, kini sudah dimanfaatkan lagi untuk memelihara ikan.

Baca juga  Kepengurusan Partai Politik Masih Didominasi Laki-laki

“Bahkan, aliran sungai dan bandar irigasi sudah banyak dimanfaatkan warga untuk lubuk larangan. Semua itu berkat kampanye dan bantuan benih ikan dari Pemkab Agam,” ungkapnya.

Bantuan bibit tanaman dan benih ikan sangat membantu warga dalam pemanfaatan lahan, dan menghidupkan kolam ikan yang sudah lama mati. (fajar)

Melda
By Melda Januari 13, 2018 19:01
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Tinggalkan Balasan