Pria Ini Diciduk Polisi Setelah Cabuli Adik Ipar yang Masih SD

Febry Chaniago
By Febry Chaniago January 3, 2017 15:55
ES alias Rika (30) diciduk aparat Polres Agam atas dugaan pencabulan yang dilakukan terhadap adik iparnya yang masih SD. (fajar)

ES alias Rika (30) diciduk aparat Polres Agam atas dugaan pencabulan yang dilakukan terhadap adik iparnya yang masih SD. (fajar)

AGAM – ES alias Rika (30) diciduk jajaran Satreskrim Polres Agam di wilayah hukum Polsek Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Selasa (3/1) sekitar pukul 01.00 Wib. Pria ini ditangkap setelah buron selama satu pekan.

Warga Jorong Pasar Bawan Nagari bawan Kecamatan Ampek Nagari ini diduga telah mencabuli adik iparnya sendiri (adik isterinya, red) yang masih berusia 12 tahun dan duduk di bangku Kelas VI Sekolah Dasar (SD).

“Tersangka melakukan perbuatan cabul terhadap korban yang merupakan adik kandung dari isterinya sendiri,” kata Kapolres Agam, AKBP Eko Budhi Puwono, melalui Paur Humas Polres Agam, Aiptu Yan Firzal kepada padangmedia.com di Mapolres Agam, Selasa (3/1).
Dikatakan, tersangka melakukan aksi bejatnya tersebut pada Jumat (23/12) sekitar pukul 14.00 WIB, di sebuah ruko di Jorong Pasar Bawan Nagari Bawan.  Lalu orang tua korban melaporkan kejadian yang menimpa anaknya itu ke Mapolres Agam dengan nomor laporan : LP/201/XII/K/2016/Sumbar/Res Agam, pada Sabtu (24/12).
“Berdasarkan laporan tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan dan mengumpulkan sejumlah bukti-bukti,”katanya.
Setelah mendapat bukti yang kuat, petugas langsung memburu tersangka, namun tersangka sudah terlebih dahulu melarikan diri.
“Pada Minggu (1/1), kami mendapat informasi bahwa tersangka melarikan diri ke Simpang Alahan Mati, Kabupaten Pasaman, dan kami langsung melakukan pengejaran kesana,”katanya lagi.
Namun, lanjutnya, tersangka sangat licin dan sempat melarikan diri ke Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau. “Mendapatkan informasi itu, kami melakukan koordinasi dengan pihak Polsek Ujung Batu untuk menangkap pelaku, dan akhirnya pelaku berhasil kami amankan tadi malam,”ujarnya.
Kini tersangka sudah diamankan di Mapolres Agam untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. “Tersangka dijerat dengan pasal 76d, 76e jo Pasal 81 Ayat (1) serta Pasal 82 Ayat (1) Undang Undang no 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,”pungkasnya. (fajar)
Febry Chaniago
By Febry Chaniago January 3, 2017 15:55
Loading...
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Loading...