Polisi Berhasil Ciduk Pembakar Mobil Perusahaan Panas Bumi

Febry Chaniago
By Febry Chaniago Februari 6, 2018 15:14

Related Articles

Polda Sumbar berhasil mengamankan tiga dari 12 tersangka pelaku pengrusakan dan pembakaran mobil perusahaan panas bumi di Solok. (dio)

PADANG – Aparat kepolisian berhasil menciduk tiga dari 12 orang tersangka pelaku pembakaran mobil perusahaan panas bumi di Solok November 2017 lalu. Ke tiga tersangka ditangkap di tempat dan waktu terpisah pada rentang waktu Desember 2017 hingga Januari 2018. Sementara itu, sembilan tersangka lainnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat Kombes Polisi Erdi Ardimulan kepada wartawan, Selasa (6/2) menerangkan, tiga tersangka pembakaran mobil milik PT Hythai, perusahaan di bidang panas bumi itu dilakukan pada 20 November 2017 lalu.

“Para tersangka secara bersama-sama melakukan pengrusakan dan pembakaran terhadap mobil milik PT Hythai. Tindakan ini berkaitan dengan penolakan program panas bumi di daerah Solok,” kata Erdi.

Tiga tersangka yang sudah berhasil diciduk oleh aparat kepolisian adalah HD alias KC (25), AD alias A (30) dan YWD alias EC (51). Menurut Erdi, para tersangka melakukan tindakan tersebut berkaitan dengan program pembangunan pembangkit listrik bertenaga panas bumi (geothermal) di Nagari Batu Bajanjang Kecamatan Lembang Jaya Kabupaten Solok.

“Tindak pengrusakan dan pembakaran mobil itu terkait dengan program geothermal yang mana belum terjadi kesepakatan antara pemerintah kabupaten dan perusahaan dengan masyarakat sehingga berujung kepada pengrusakan dan pembakaran mobil perusahaan tersebut,” terangnya.

Pengrusakan dan pembakaran itu terjadi ketika mobil PT Hythai berisi tiga orang yang merupakan karyawan perusahaan itu datang ke lokasi untuk melakukan survei. Melihat kedatangan tersebut, warga lalu menghadang hingga terjadilah peristiwa itu.

Para tersangka dijerat dengan pasal berlapis yaitu pasal 170, pasal 187, pasal 160, pasal 406 dan pasal 55 KUHP tentang pengrusakan dan penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Erdi menambahkan, saat ini polisi masih mengejar sembilan tersangka lain yang masih buron. Sembilan orang yang masuk dalam DPO tersebut adalah IP alias IN, YM alias KY, MD alias D, DM alias IM, RBG, RB, OD, DL dan MB alias SB. (feb)

Febry Chaniago
By Febry Chaniago Februari 6, 2018 15:14
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Loading...