Polda Sumbar Berhasil Bongkar Sindikat Prostitusi Online

Febry Chaniago
By Febry Chaniago April 18, 2017 15:10
Dir Reskrimum Polda Sumbar Kombes Polisi Edri Adimulan Chaniago didampingi Kabid Humas Polda AKBP Syamsi merilis pengungkapan jaringan prostitusi online, Selasa (18/4). (dio)

Dir Reskrimum Polda Sumbar Kombes Polisi Edri Adimulan Chaniago didampingi Kabid Humas Polda AKBP Syamsi merilis pengungkapan jaringan prostitusi online, Selasa (18/4). (dio)

PADANG – Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat berhasil membongkar jaringan sindikat prostitusi online yang melibatkan Pekerja Seks Komersial (PSK) dibawah umur. Polisi menahan dua orang laki-laki yang diduga sebagai mucikari dan lima orang perempuan yang diduga sebagai PSK.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Barat merilis pengungkapan jaringan prostitusi online tersebut berawal dari siasat petugas yang menyamar sebagai lelaki hidung belang. Para tersangka menjalankan aksinya memanfaatkan aplikasi lini masa WeChat.

“Jaringan ini melibatkan dua orang tersangka yang diduga bertindak sebagai mucikari yaitu HDK (30) dan JF (20). Pengungkapan berhasil dilakukan melalui petugas yang menyamar sebagai lelaki hidung belang,” Kata Direktur Reskrimum Kombes Polisi Edri Adimulan Chaniago, Selasa (18/4).

Penangkapan terhadap para tersangka, ungkapnya, dilakukan di kamar 412 dan 436 di salah satu hotel di Jalan Juanda, Padang sekitar pukul 11.00 Wib, pada hari Minggu (16/4). Polisi yang menyamar menghubungi HDK melalui aplikasi WeChat dan memesan empat – lima perempuan. Sesuai kesepakatan, perempuan yang disediakan sudah berada di dalam kamar hotel.

“Ketika sudah berada di dalam kamar, polisi pun langsung melakukan penangkapan,” terangnya.

Bersama ke dua tersangka, polisi berhasil menangkap lima orang perempuan. Ke lima perempuan tersebut adalah SLV (20), SR (19) dan tiga orang perempuan masih berumur 16 tahun yaitu EP, DB dan DSY.

Dari pengakuan tersangka, lanjut Edri, diperoleh keterangan tarif bayaran jasa PSK tersebut adalah Rp800 ribu untuk short time dan Rp1,6 juta untuk long time. Sistim bagi hasil antara PSK dan mucikari tersebut adalah 70:30 yaitu 70 persen untuk PSK dan 30 persen untuk mucikari.

Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti. diantaranya, uang tunai senilai  Rp1,6 juta rupiah,  lima bungkus alat kontrasepsi dan dua unit handphone. Para tersangka mengaku baru beberapa bulan menjalani bisnis prostitusi online tersebut. Namun, Edri menegaskan, polisi akan mendalami kasus tersebut karena kasus ini baru pertama kali terungkap di Sumatera Barat.

“Kasus ini  mengejutkan karena baru pertama kali di Sumatera barat. Kami akan mendalami meskipun menurut tersangka baru beberapa bulan menjalankan bisnis ini,” tegasnya.

Lima orang perempuan yang berhasil diamankan dalam penangkapan tersebut sudah dikirim ke Panti Rehabilitasi Sukarami, Solok. Menurutnya, ke lima perempuan tersebut dikirim ke panti karena dianggap sebagai korban perdagangan orang.

Pihak kepolisian daerah Sumatera Barat akan mendalami kasus tersebut. Ke dua tersangka bakal dijerat dengan pasal 76 ayat 1 jo pasal 88 Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Selain itu, juga akan dijerat dengan UU Nomor 21 tahun 2017 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. (feb)

Febry Chaniago
By Febry Chaniago April 18, 2017 15:10
Loading...
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Loading...