Peserta Diklat Pim IV Ditantang Jadi Calon Pemimpinan Visoner

Melda
By Melda Juni 30, 2015 14:04

Diklat pim IV

SAWAHLUNTO – Peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklat Pim) IV di lingkungan Pemerintahan Kota Sawahlunto ditantang jadi calon pemimpin visoner dan profesional.

Hal itu disampaikan Asiten II Setdako Sawahlunto, Muhksis Anwar saat Diklat Pim IV di Sanggar Kegiatan Belajar kota ini, kemarin.

Diklat Pim tersebut, katanya, sebagai upaya menimbulkan integritas, kejujuran, disiplin, kebersamaan dalam keberagaman dan membangun komunikasi serta budaya kerja yang baik.

“Menjadi pejabat haruslah produktif. Jangan menjadi pejabat yang manja dengan anggaran. Tapi, sebagai aparatur harus selalu memotivasi diri untuk selalu semangat dan mengembangkan kemampuan diri,” katanya pada acara yang juga dihadiri Asisten I Setdako, Irzam K dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Mawardi.

Diklat Pim IV sebagai salah satu syarat menduduki jabatan struktural eselon IV. Bertujuan membentuk kompetensi kepemimpinan operasional pada pejabat struktural eselon IV yang berperan dan menjalankan tugas serta fungsi kepemerintahan di instansi masing-masing.

“Dengan Diklatpim IV, pola baru diharapkan dapat menciptakan pemimpin-pemimpin perubahan yang profesional untuk menuju masa depan yang lebih baik,” harapnya kepada 30 peserta Diklatpim.

Lebih jauh dikatakannya, Diklat Pim IV bukan hanya untuk syarat menduduki jabatan eselon IV saja, akan tetapi bertujuan meningkatkan kualitas karakter kepemimpinan, pengetahuan dan keterampilan peserta guna mewujudkan visi dan misi Kota Sawahlunto. Diharapkan dapat memperbaiki diri dan meningkatkan pelayanan dalam pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan.

Muhksis mengharapkan agar peserta mempunyai ramuan jitu dalam mengelola SDM di lingkungan masing-masing serta mampu mensinergikan kepada masyarakat. (tumpak)

Melda
By Melda Juni 30, 2015 14:04
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*