Peserta dari 60 Negara Ikuti Forum Ekonomi Islam Dunia

Melda
By Melda August 2, 2016 15:43
Presiden Jokowi menyambut delegasi WIEF ke 12. (setkab.go.id)

Presiden Jokowi menyambut delegasi WIEF ke 12. (setkab.go.id)

JAKARTA – Sekitar 2.500 peserta dari 60 negara akan mengikuti World Islamic Economic Forum (WIEF) atau Forum Ekonomi Islam Dunia ke-12 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Kegiatan yang akan berlangsung mulai Selasa (2/8) pagi hingga Kamis (4/8), diikuti peserta mulai dari level pimpinan negara/pemerintahan, menteri, pimpinan perusahaan multinasional, akademisi, seniman, pelaku usaha UKM, pelaku usaha muda, dan juga tokoh masyarakat.

Menurut mantan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, topik WIEF ke-12 adalah Decentralizing Growth and Empowering Future Business dengan subtemanya Islamic finance atau keuangan syariah.

Sudah ada setidaknya empat kepala negara atau kepala pemerintahan dari negara-negara sahabat yang memberikan konfirmasi, yaitu PM Malaysia Datuk Najib Tun Razak, Presiden Republik Guinea yaitu Alpha Conde’, PM Srilangka Ranil Wickremesinghe, dan Presiden Tajikistan Emomali Rahmon.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka kegiatan tersebut pagi tadi mengatakan, masyarakat muslim saat ini menghadapi berbagai tantangan yang besar, seperti tingkat pengangguran yang tinggi, khususnya pada kaum muda dan belum bisa berintegrasi dengan yang lain.

“Kita belum cukup kuat dalam sosial media dan teknologi sehingga kita tidak akan memenangkan pertarungan persepsi,” kata Presiden Jokowi seperti dilansir dari laman Setkab RI.

Masyarakat muslim, lanjut Presiden, perlu diedukasi dan dilatih sehingga dapat memenangkan pertarungan. Bila tidak, dunia akan meninggalkan kita di belakang.

Presiden Jokowi juga menyampaikan, bahwa saat ini dunia berada dimana inovasi tidak dapat ditinggalkan, penuh ketidakstabilan, perbedaan pendapatan yang tidak ada sebelumnya, perekonomian yang lemah dan pemulihan yang masih rentan. Namun, Presiden percaya bahwa inovasi bisa membantu untuk memperbaikinya, dengan catatan harus berhati-hati dan tidak menggunakan inovasi termotivasi untuk kerakusan, tapi untuk kesejahteraan masyarakat. (rin/rel)

Melda
By Melda August 2, 2016 15:43
Loading...
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Loading...