Permintaan Pasar Ekspor Briket Tempurung Kelapa Meningkat

Febry Chaniago
By Febry Chaniago Januari 15, 2017 15:17

Related Articles

tempurung kelapa (ilustrasi/net)

tempurung kelapa (ilustrasi/net)

JAKARTA – Permintaan pasar luar negeri terhadap kebutuhan briket tempurung kelapa dan briket kayu Asam dan kayu Alaban asal Indonesia pada akhir tahun dan awal tahun meningkat cukup tinggi. Namun, tidak semua industri pengolahan kelapa berbasis briket siap ekspor dari Indonesia mampu memenuhi kebutuhan tersebut.

Direktur Platinum Produksi Indonesia (PPI), salah satu eksportir briket tempurung kelapa, briket kayu Asam dan kayu Alaban mengungkapkan, saat ini demand tinggi namun supply turun. Melalui siaran pers yang diterima padangmedia.com, Minggu (15/1) Mahmudi menyebutkan, turunnya produksi disebabkan masuknya musim hujan pada Januari yang diperkirakan akan berlangsung hingga April 2016 mendatang.

“Banyak pabrik-pabrik tidak memiliki mesin pengering, sehingga kesulitan memproduksi briket tempurung kelapa dan kayu Asam dan kayu Alaban, mengingat pasokan dari pengepul masih berbentuk bahan baku mentah yang kadar kelembabannya tinggi” ujarnya.

Mahmudi mengungkapkan, pengiriman ekspor perusahaannya menjelang akhir tahun 2016 dan awal tahun 2017 ini naik sekitar 22 persen untuk wilayah Eropa dan Timur Tengah. Selain briket tempurung kelapa, perusahaan ini juga mengekspor briket arang kayu sebanyak 10 hingga 12 kontainer perbulannya. Ada pun jenis pohon yang menjadi bahan baku adalah kayu Asam dan kayu Alaban.

Baca juga  LPM Harus Jadi Motor Penggerak Pemberdayaan Masyarakat

“Jelang akhir dan awal tahun pengiriman ekspor kami saat ini naik hingga 22 persen untuk wilayah Eropa dan Timur Tengah,” jelasnya.

Sebelum terjadi kenaikan permintaan pasar, perusahaan yang memiliki dua pabrik produksi di kawasan Cikunir, Bekasi, Jawa Barat ini rutin mengirimkan hingga 10 kontainer. Satu kontainer berisi sekitar 20 ton briket tempurung kelapa, briket kayu Asam dan kayu Alaban, walau pun porsi briket tempurung kelapa lebih besar.

PPI merupakan salah satu eksportir briket tempurung kelapa, briket kayu Asam dan kayu Alaban asal Indonesia yang agresif menembus pasar dunia. Beberapa waktu lalu, Investa Stellar Dana Kelola (ISDK) sebuah perusahaan Private Equity asal Indonesia dari Investa Grup menyuntikkan invetasi ke PPI, sehingga eksportir ini mampu meningkatkan kapasitas produksi dan perluasan pasar.

Terpisah, Direktur Utama Investa Stellar Dana Kelola (ISDK) Jhon Veter mengungkapkan, pihaknya concern terhadap pemanfaatan sumber daya lokal. Sebagai penghasil kelapa terbesar kedua di dunia setelah Filipina, dia melihat ini adalah potensi besar untuk menguasai pasar dunia dengan produk kelapa yang diproduksi di dalam negeri.

Baca juga  Gunung Bromo Terus Erupsi

“Dengan diolah disini, Indonesia akan mendapatkan added value dibandingkan hanya mengekspor buah kepala mentah,”ujarnya.

Ia menambahkan, tren energi dunia yang menuju energi baru terbarukan (EBT) menjadi peluang besar untuk mewarnai pasar tersebut. (feb/*)

Febry Chaniago
By Febry Chaniago Januari 15, 2017 15:17
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Tuliskan komentar anda tentang ini