Permindo Diresmikan Jadi Kawasan Ramah Disabilitas

Melda
By Melda September 30, 2016 20:17
Kawasan ramah disabilitas di Jalan Permindo diresmikan Walikota Padang, Jumat (30/9). (foto: humas Pemko Padang)

Kawasan ramah disabilitas di Jalan Permindo diresmikan Walikota Padang, Jumat (30/9). (foto: humas Pemko Padang)

PADANG – Kota Padang sebagai kota inklusif telah meresmikan kawasan ramah disabilitas. Tepatnya di jalan Permindo, kawasan ramah disabilitas tersebut diresmikan Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo, Jumat (30/9) pagi.

Walikota menyatakan, peresmian kawasan ramah disabilitas di jalan Permindo ini telah mendapat dukungan dari berbagai pihak. Terutama para Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) yang berjualan di lokasi itu. Mahyeldi menyebutkan bahwa peresmian ini merupakan langkah awal untuk memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas.

“Ke depannya kawasan lain akan kita jadikan kawasan yang juga ramah disabilitas,”ucap Mahyeldi.

Mahyeldi menyatakan, Kota Padang tidak hanya sekadar memperhatikan hak-hak disabilitas dari segi fasilitas umum, tapi juga memperhatikan seluruh aspek kehidupan agar para peyandang disabilitas di Kota Padang dapat merasakan hal yang sama dan setara dengan masyarakat lainnya.

“Kita tidak hanya memperhatikan masalah fasilitas untuk penyandang disabilitas. Namun berbagai aspek lain seperti pendidikan dan ketenagakerjaan,” terangnya.

Mahyeldi juga menekankan bahwa dalam pemenuhan hak-hak disabilitas, Pemko Padang tidak akan berhenti hingga di kawasan Permindo saja. Tahun 2017, Pemko Padang berencana menganggarkan biaya untuk fasilitas publik bagi penyandang disabilitas seperti jalan maupun transportasi umum bagi disabilitas akan segera dianggarkan. Tak hanya di fasilitas namun juga memberikan ruang kepada disabilitas untuk dapat bekerja di pemerintahan. Ataupun mendorong para disabilitas untuk dapat membuka usaha kecil menengah (UKM) dan membentuk koperasi.

Perwakilan dari Program Spesialis UNESCO Jakarta Iradli Khodeli menyambut langkah baik dari peresmian kawasan ramah disabilitas di Jalan Permindo. UNESCO akan mendukung penuh upaya Pemko untuk menjadikan Kota Padang sebagai kota Inklusif.

Sementara itu, Ketua PKL di Jalan Permindo Edi menyatakan bahwa semua pedagang mendukung upaya pemerintah untuk menjadikan kawasan tersebut sebagi ramah disabilitas. PKL di Jalan permindo ini berjumlah sebanyak 130 orang. Demi mendukung kawasan itu dijadikan ramah disabilitas, beberapa hari belakangan ini para pedagang tidak berjualan agar pengerjaan trotoar cepat selesai. PKL kembali berjualan pada Sabtu (1/10).

“Untuk program pemerintah kota yang baik seperti ini tentunya para pedagang semua mendukung. Pedagang akan menuruti aturan yang telah dibuat untuk tidak berjualan di trotoar yang digunakan sebagai kawasan disabilitas. Jika ada pedagang yang melanggar, maka ketua kelompok akan memberikan sanksi,” ucap Edi.

Hal serupa disampaikan Ketua Persatuan Peyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Padang, Icun Sulhadi. Lelaki tuna netra ini menyambut baik kawasan Permindo sebagai kawasan ramah disabilitas. Selain itu Icun juga memberikan apresiasi kepada Pemko Padang yang sudah memperhatikankebutuhan fasilitas umum bagi penyandang disabilitas.

“Semoga ke depannya seluruh kawasan yang ada di kota Padang dapat dijadikan kawasan ramah disabilitas. Kami sangat berharap hal ini kepada pemerintah kota,” tutur Icun. (der)

Melda
By Melda September 30, 2016 20:17
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*