Pemuda di Mentawai Ini Sulap Sampah Jadi Cinderamata

Febry Chaniago
By Febry Chaniago June 17, 2017 15:26
Pemuda di Muaro Siberut, Mentawai "sulap" sampah pantai menjadi berbagai karya kerajinan. (dio)

Pemuda di Muaro Siberut, Mentawai “sulap” sampah pantai menjadi berbagai karya kerajinan. (dio)

PADANG – Berangkat dari keprihatinan melihat tumpukan sampah di pinggir pantai, menggerakkan jiwa kreatif Riffan Fakhri, seorang pemuda di Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Bersama rekan-rekannya yang tergabung dalam Mentawai Creative Home, Riffan cs menyulap sampah-sampah tersebut menjadi berbagai pernak-pernik hiasan.

Riffan mengungkapkan, ide mendaur ulang sampah yang sebagian besar adalah ranting dan potongan kayu tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi pinggir pantai yang setiap hari dipenuhi sampah.

“Berawal dari keprihatinan, lalu saya bersama kawan-kawan mencoba mencari ide dan berkreasi untuk menyulap sampah-sampah tersebut menjadi barang bermanfaat dan bernilai ekonomis,” kata Riffan, Sabtu (17/6).

Menurutnya, kondisi Pantai Muara Siberut selalu dipenuhi sampah, yang sebagian besar adalah sampah kayu. Sampah-sampah tersebut dikumpulkan kemudian diolah menjadi berbagai barang cinderamata mulai dari kalung, tempat lampu kamar, tas, gantungan kunci, papan nama dan sebagainya.

“Berbagai hasil kreasi kami ini dijadikan cinderamata oleh para turis yang berkunjung ke Mentawai,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk menggerakkan kreasi daur ulang sampah pinggir pantai tersebut, dia memberdayakan sekitar 20 orang anak muda Siberut. Dengan ide tersebut, selain menjaga kebersihan lingkungan, juga telah membuka lapangan kerja bagi para pemuda pengrajin.

Menurutnya, Mentawai Creative Home, wadah tempatnya berkreasi sudah didirikan sejak dua tahun lalu. Sudah banyak hasil kerajinan yang dibuat dan dijual oleh anak-anak muda kreatif tersebut.

Namun, kegiatan yang dilakukan bukan itu saja. Komunitas yang dibentuknya juga melakukan aksi bersih-bersih pantai dan pameran hasil kerajinan daur ulang sampah. Selain itu mereka juga melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah tentang pentingnya menjaga lingkungan. (feb)

Loading...
Febry Chaniago
By Febry Chaniago June 17, 2017 15:26
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Loading...