Pemko Padang Kembangkan Demplot Bawang Merah

Melda
By Melda December 6, 2017 16:15

Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah di demplot bawang merah. (der)

PADANG – Kebutuhan bawang merah Kota Padang hampir 4.000 ton per tahun. Ironisnya, di daerah yang menjadi ibukota provinsi Sumatera Barat itu, tidak ada produksi bawang merah sehingga rentan mempengaruhi inflasi. Namun, peluang produksi bawang merah saat ini mulai terbuka, menyusul kerjasama Pemko Padang dengan BPTP Balitbangtan Sumatera Barat dalam pengembangan demplot teknologi produksi bawang merah dataran rendah.

Pengembangan demplot teknologi produksi bawang merah ini diujicoba pada lahan seluas 2 hektar di Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah. Dengan pemilihan bibit dan sistem pemupukan serta pengendalian hama yang inovatif, sehingga tanaman bawang merah yang diperkirakan tidak cocok di Padang rupanya mendapatkan hasil mencengangkan.

“Bawang merah yang diperkirakan tidak cocok di Kota Padang ternyata dengan inovasi teknologi yang dikembangkan ternyata hasilnya tidak kalah dengan bawang merah daerah lain,” kata Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah saat melakukan panen perdana bawang merah di demplot teknologi produksi bawang merah di Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Rabu (6/12/2017).

Walikota Padang mengatakan, keberhasilan menanam bawang merah itu berarti Kota Padang memiliki konsep pertanian perkotaan yang dapat menunjang kebutuhan terhadap bawang merah sendiri. “Selama ini, kita mendatangkan bawang dari luar Kota Padang. Kenapa tidak dicoba menanam di Kota Padang sendiri? Terbukti hasilnya lebih bagus,” ujar Mahyeldi.

Sementara itu, pengelola demplot yang juga Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Padang Edi Dharma menyebutkan, bawang merah dari varietas Kramat 1, Maja, Pikatan dan Biru Lancor dicoba menanam, ternyata bisa tumbuh baik dalam cuaca ekstrim seperti yang terjadi belakangan di Kota Padang. Bahkan, bisa panen sebulan lebih cepat. “Bila di daerah lain seperti di Solok, bawang merah panen sampai tiga bulan, namun sekarang bisa panen 55 hari,” katanya.

Edhi optimis dengan pemanfaatan lahan yang selama ini tidur untuk tanaman bawang merah akan mampu memasok kebutuhan Kota Padang. “Dengan produksi bawang merah sendiri, kebutuhan Kota Padang nantinya dapat dipenuhi. Inflasi juga bisa dikendalikan,” tutup Edi.

Pada panen perdana itu, turut hadir anggota DPD RI Emma Yohana, Sekda Kota Padang Asnel, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumbar Candra, Kepala Dinas pertanian Kota Padang dan sejumlah jajaran SKPD serta Camat Koto Tangah. (der)

Melda
By Melda December 6, 2017 16:15
Loading...
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Loading...