Pembahasan KUA-PPAS akan Libatkan Pakar  

Melda
By Melda September 26, 2015 09:09
Wahyu Iramana Putra

Wahyu Iramana Putra

PADANG  – Wakil Ketua DPRD Padang Wahyu Iramana Putra mengatakan DPRD Padang bakal melibatkan para pakar dan akademisi dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBD 2016.

“Dengan melibatkan pakar tersebut, diharapkan APBD yang ditetapkan nantinya akan lebih mendalam dan menyentuh ke masyarakat,” katanya , Jumat (25/9).

Para pakar yang akan dilibatkan itu antara lain pakar ekonomi Prof. Tafdil,  pakar hukum Otong Rosadi serta pakar politik dan sosial budaya Ruslan Ismail Mage.

“Kita sudah lakukan komunikasi dengan pakar-pakar tersebut dan mereka menyatakan kesanggupan membantu dalam pembahasan KU PPAS itu nanti,’’ jelas Wahyu.

Dengan melibatkan para pakar ini, rencana kerja daerah (RKD) Pemko Padang betul-betul berorientasi untuk kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, dalam pembahasan antara DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) maupun Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) nantinya.

Ia meminta seluruh anggota dewan untuk membaca dan meneliti dengan cermat anggaran yang diajukan masing-masing SKPD.

Dalam pembahasan KUA PPAS nanti, setiap anggota dewan harus dapat membaca secara detail rencana kerja dan mata anggaran yang diajukan masing masing SKPD.

“Kita tak ingin ada anggaran yang mubazir dan copy paste dari tahun-tahun sebelumnya. Ini harus menjadi perhatian anggota dewan,” tambahnya

Kemudian pada APBD 2016 mendatang diharapkan lebih mengarah kepada pembangunan fisik yang produktif, misalnya pasar, terminal, jalan, irigasi, lampu penerangan jalan umum dan lainnya.

“Kita jangan bangga membangun kantor megah-megah tapi tidak menyentuh kepada masyarakat banyak. Pembangunan harus berorientasi kepada kegiatan produktif yang akan menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Terkait pembangunan gedung DPRD,secara pribadi dia menilai, lebih cenderung gedung DPRD yang sudah ada pada saat ini untuk direnovasi saja dibanding membangun gedung baru.

“Pasalnya selain biaya yang jauh lebih ringan, gedung DPRD saat ini juga memiliki nilai historis yang perlu dilestarikan,” terangnya. (baim)

 

 

Melda
By Melda September 26, 2015 09:09
Loading...
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*