Pasca Ditemukannya Bunga Raflesia, Camat Palembayan Adakan Pertemuan

Melda
By Melda Desember 22, 2017 16:31

Camat Palembayan mengadankan pertemuan BKSDA terkait ditemukannya bunga Raflesia. (fajar)

AGAM – Pasca ditemukannya bunga Rafflesia di hutan Cagar Alam Maninjau, di Jorong Marambuang, Agam,  Camat Palembayan Ade Harlien, menggelar pertemuan dengan BKSDA Resor Agam beserta berbagai unsur masyarakat Kenagarian Baringin, di Kantor Wali Nagari Baringin, Jumat (22/12).

Ade Harlien, menyampaikan bahwa dengan ditemukannya bunga rafflesia, tentunya merupakan potensi yang membanggakan dan akan menjadi daya tarik orang untuk datang.

“Untuk itu diperlukan upaya menindaklanjuti temuan tumbuhan dilindungi ini,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, BKSDA Resor Agam memaparkan hasil pengamatan dan monitoring bunga Rafflesia yang dilakukan sejak 17 Oktober 2017 lalu. Dari pengamatan yang dilakukan, terungkap bunga yang sudah mekar berjumlah 8 dan yang masih berupa kuncup berjumlah 40 bunga.

Untuk jenisnya sendiri adalah Rafflesia tuan-muda yang sebelumnya hanya dapat ditemukan di serawak Malaysia sedangkan diameter terbesar yang berhasil dicatat dalam pengamatan tersebut adalah 107 cm.

Baca juga  MUI Kota Padangpanjang Gelar Musda

Untuk mendukung kegiatan pengamatan ini, BKSDA Sumbar juga mendatangkan ahli Rafflesia dari Universitas Bengkulu, Dr. Agus Susatya, ahli yang telah menemukan 3 jenis baru spesies Rafflesia beberapa tahun lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Camat Palembayan menyampaikan untuk tindaklanjut dari hasil temuan bunga Rafflesia tersebut direncanakan akan dilakukan kerjasama antara Pemkab Agam dengan BKSDA Sumbar.

ada 3 opsi yang muncul dalam pertemuan tersebut, yaitu menjadikan Marambuang sebagai Pusat Penelitian Rafflesia, Konservasi dan Informasi Rafflesia.

“Hasil pertemuan ini akan disampaikan kepada Bupati untuk mendapatkan dukungan dari Pemkab Agam,” jelasnya.

Wali Nagari Baringin Yulbahri Dt. Nan Kodoh, menyatakan siap mendukung pengembangan terkait keberadaan tumbuhan langka itu.

“Dengan adanya pengembangan kedepannya tentu akan memberikan dampak pengaruh terhadap masyarakat sekitar,”kata Wali Nagari.

Untuk pengamanan sementara lokasi tersebut, Pemerintahan Nagari akan segera menyusun peraturan nagari yang akan mendukung pengamanan dan pelestarian kawasan hutan cagar alam Maninjau sebagai habitat tumbuhan dilindungi. (fajar)

Melda
By Melda Desember 22, 2017 16:31
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Tinggalkan Balasan