Orang Tua Harus Bentengi Anak dengan Ilmu Agama

Melda
By Melda Mei 31, 2016 14:35

Related Articles

Kepala Kemenag Padang, Drs.Japeri.

Kepala Kemenag Padang, Drs.Japeri.

PADANG – Orang tua diminta terus membentengi anak-anaknya dengan ilmu agama serta mendekatkan diri pada alqur’an. Melalui pendidikan agama dan alqur’an, orang tua murid bisa membentengi anak-anaknya dari berbagai perilaku menyimpang.

Hal itu dikatakan Kepala Kemenag Kota Padang, Drs.Japeri, Selasa (31/5) di Padang. Menurutnya, alquran adalah sumber dari segala ilmu. Karena itu, sangat merugi jika ada umat  yang tak pandai baca alqur’an dan tak mau mempelajari isi alqur’an.

Kemudian, kepada anak-anak yang sudah khatam alquran diingatkan untuk tidak berhenti membaca alqur’an. Mereka harus terus belajar dan mendalami isi kandungan alqur’an dalam keseharian. Salah satunya melalui wadah pendidikan di TPA/TPQ/MDA sehingga lebih banyak materi yang dapat dipelajari dibandingkan di sekolah.

“Orang tua di Kota Padang harus lebih serius untuk memasukkan anak- anaknya ke TPA/TPQ/MDA di lingkup tempat tinggal masing – masing,” katanya.

Ke depan, katanya, tantangan dalam pendidikan anak akan semakin bertambah seiring dengan perkembangan teknologi. Terbukti dengan banyaknya kasus- kasus perilaku menyimpang seperti tindak kekerasan seksual  terhadap anak dan perempuan.

“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengawasinya. Yang ditakutkan, jika tidak ada modal agam, ketika tumbuh besar mereka bisa- bisa saja menjadi sosok dengan perilaku menyimpang dan pelaku kejahatan karena tidak adanya landasan agama dari semenjak kecil,” ujarnya.

Selain itu, ia mengajak tokoh – tokoh masyarakat, seperti ninik mamak untuk bisa bersama – sama memperhatikan perilaku anak – anak di lingkungan masyarakat. Saat ini, diakuinya peranan niniak mamak sudah jarang dirasakan dalam lingkungan bermasyarakat.

“Peran niniak mamak sangat diperlukan. Sesuai filosofi Minang ‘Anak Dipangku Kemenakan Dibimbiang Orang Kampuang Dipatenggangkan’. Harusnya filosofi itu mendarah daging bagi niniak mamak di ranah minang. Kami tidak ingin niniak mamak kapalo waris maupun niniak mamak kaum hanya kenal dengan keponakannya saat akan melaksanakan pernikahan saja. Sementara, keseharian perilaku keponakannya mereka tidak tahu menahu,” ungkapnya. (baim)

Melda
By Melda Mei 31, 2016 14:35
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Loading...