November 2016, Inflasi dari Administered Prices di Sumbar Turun

Febry Chaniago
By Febry Chaniago Desember 2, 2016 20:05

Related Articles

PADANG – Meski terjadi kenaikan harga sebesar 0,25 persen (month to month/ mtm) pada kelompok barang yang diatur pemerintah (administered price) di Sumatera Barat, namun angka tersebut menurun dibanding bulan Oktober 2016 yang mencapai 0,61 persen (mtm). Kenaikan harga pada kelompok ini disumbang oleh kenaikan harga elpiji ukuran 3 kg, tarif listrik dan tarif cukai rokok.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumatera Barat Puji Atmoko, dalam siaran pers yang diterima Jumat (2/12) mengungkapkan, kenaikan harga elpiji akibat kelangkaan pasokan masih terjadi di beberapa daerah khususnya di Kota Padang.

“Sementara itu PLN juga melakukan penyesuaian Tarif Tenaga Listrik pada bulan November 2016 khususnya untuk golongan rumah tangga berdaya 1.300 watt ke atas,” kata Puji.

Dia menambahkan, tarif cukai rokok mengalami kenaikan pada bulan November 2016 dan berdampak pada kenaikan semua jenis rokok yaitu rokok kretek, rokok kretek filter dan rokok putih.

Berbeda dengan harga bahan pangan bergejolak dan kelompok barang yang diatur pemerintah, Inflasi pada kelompok inti (core) tercatat sebesar 0,11 persen (mtm). Angka ini relatif stabil dengan inflasi kelompok inti pada bulan Oktober 2016 yang tercatat sebesar 0,12 persen (mtm).

Inflasi Sumatera Barat pada November 2016 mencapai 1,12 persen (month to month/ mtm). Angka ini jauh diatas inflasi Nasional yang hanya sebesar 0,47 persen (mtm). Secara tahunan (year on year/ yoy) dan tahun berjalan (year to date/ ytd), inflasi Sumatera Barat 6,77 persen (yoy) dan 4,90 persen (ytd). (feb/*)

Febry Chaniago
By Febry Chaniago Desember 2, 2016 20:05
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Loading...