Momen HPN 2018, Yurnaldi Kritik Presiden dan Jurnalisme “Hoax”

Febry Chaniago
By Febry Chaniago Februari 7, 2018 00:48

Related Articles

Yurnaldi, Penulis buku Kritik Presiden dan Jurnalisme Hoax. (fadhli)

PADANG – Wartawan utama Yurnaldi yang juga dikenal sebagai salah seorang penyair Indonesia asal Sumatra Barat, memaknai Hari Pers Nasional 2018 kali ini dengan menerbitkan buku Kritik Presiden dan Jurnalisme Hoax.

Buku tersebut baru selesai dicetak hari ini (Selasa, 6/2/2018) dan diharapkan bisa menjadi bahan bacaan wartawan Indonesia yang datang ke Kota Padang pada acara puncak HPN 2018 yang akan dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo. Rencananya, Yurnaldi akan menyerahkan langsung buah karyanya tersebut ke Presiden Joko Widodo.

Dia mengungkapkan, buku adalah mahkota wartawan. Buku adalah karya tertinggi dan terpenting bagi seorang wartawan. Wartawan profesional mesti menulis buku agar terus menjadi wartawan yang diperhitungkan.

“Apalagi buku-buku tentang jurnalistik sangat minim. Akibat kekurangan bacaan, banyak wartawan terperangkap pada perilaku yang tak sesuai etika profesi serta maraknya berita hoax yang sangat meresahkan masyarakat, bangsa. dan negara,” kata wartawan yang juga Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Sumatera Barat ini.

Yurnaldi menjelaskan, buku Kritik Presiden dan Jurnalisme Hoax, memuat 21 esai jurnalistik yang membahas beragam persoalan terkini pers, wartawan, dan media. Termasuk kritik presiden terhadap media, soal membanjirnya berita bohong (hoax), eskalasi kekerasan terhadap wartawan, dan soal kemerdekaan pers di Indonesia.

“Saya setuju dengan Presiden Joko Widodo bahwa yang berharap pihak media arusutama (mainstream) untuk tidak memberi tempat pada berita bohong (hoax) yang menebarkan kebencian, menghasut,
memfitnah, dan merusak harmonisasi di negara yang ber-Bhinneka Tunggal Ika ini,” ujarnya.

Dia menambahkan, penyebaran hoax baru bisa dibabat habis jika masyarakat sudah benar-benar menerapkan budaya baru dalam berkomunikasi, baik dalam kenyataan maupun di dunia maya. Budaya baru itu salah satunya adalah mulai membangun nilai-nilai kesopanan dan kesantunan dalam berucap serta menyampaikan ujaran-ujaran di media sosial.

Yurnaldi selama 32 tahun berkarir di dunia wartawan, sudah menulis puluhan buku. Baik karya
kompilasi, menulis bersama dengan wartawan lain, maupun menulis buku sendiri.

Khusus buku – buku jurnalistik, selain Kritik Presiden dan Jurnalisme Hoax sebagai karya terbarunya, buku yang sudah beredar luas sebelumnya dan menjadi referensi wartawan dan perguruan tinggi antara lain Kiat Praktis Jurnalistik, Jurnalistik Siap Pakai, Foto Jurnalistik dan Kaya dengan Foto, Jawara Menulis Artikel, dan Jurnalisme Kompas. (Fadhli).

Febry Chaniago
By Febry Chaniago Februari 7, 2018 00:48
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Loading...