Meski Raih WTN, Dishubkominfo Belum Berhasil Atasi Kesemrawutan Lalin

Melda
By Melda October 3, 2015 06:29

Kesemrawutan lalu lintas di depan kantor balaikota lama. (baim)

PADANG – Kota Padang pada 17 September 2015 lalu baru saja memperoleh penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) 2015 untuk Kota Besar kategori lalu lintas dan angkutan. Penghargaan tersebut diberikan pada Dishubkominfo Padang melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 402 Tahun 2015 tentang Penetapan Kota/Kabupaten dan Provinsi.

Namun kenyataannya, di jantung kota sendiri, kesemrawutan lalu lintas masih sangat parah. Kondisi tersebut sangat disayangkan oleh Wakil Ketua DPRD Padang, Wahyu Iramana Putra.

Wahyu menilai, Dinas Perhubungan belum berhasil melakukan pengawasan terhadap pemanfaatan pangkalan angkutan kota (Angkot) yang berada di samping kantor balaikota lama. Akibat banyaknya Angkot yang tidak mau masuk ke terminal, menyebabkan kemacetan yang cukup parah di depan kantor balaikota lama tersebut.

“Pengemudi angkot lebih suka ngetem mencari penumpang di luar sehingga terjadi penumpukan yang menyebabkan macet,” katanya.

Loading...

Menurut Wahyu, untuk mengurai kemacetan itu, seharusnya petugas Dishub harus ada yang standby di lokasi itu untuk mengatur lalu lintas sekaligus mengurai kemacetan tersebut. “Dishub seharusnya arif menyikapi persoalan ini,” ujarnya kepada padangmedia.com, Jumat (2/10). 

Selain memaksimalkan pemanfaatakan terminal, Dishub juga diminta untuk menertibkan lahan parkir yang ada di depan balaikota lama itu. Sebab, selain angkot yang ngetem, lokasi parkir itu yang menjadi salah satu sumber kemacetan.

“Kita bisa lihat sendiri, kendaraan roda empat maupun roda dua parkirannya sampai berlapis-lapis sehingga menyisakan hanya satu jalur jalan saja. Ini juga menjadi sumber kemacetan dan kesemrawutan yang selama ini menjadi permasalahan,” ungkapnya.

Sementara, Yossyafra pengamat transportasi dari Universitas Andalas (Unand) mengatakan, untuk bisa mencapai transportasi aman dan nyaman bagi masyarakat, diperlukan kerja sama semua pihak. Apakah Dishubkominfo, Organda dan sopir angkutan kota sendiri.

Dia menilai, penghargaan itu sudah sesuai kriteria yang ditetapkan tim penilai. Artinya, transportasi di Padang memiliki progres ke depan.

“Tapi, harus diakui Padang belum mampu menciptakan transportasi sesuai ekspektasi publik. Harapan kita, tentu saja dengan diperolehnya penghargaan WTN ini, seluruh stakeholder terkait guna berupaya memenuhi ekspektasi warga Padang yang mengarapkan transportasi aman, nyaman, dan bersih,” ungkapnya. (baim)

Melda
By Melda October 3, 2015 06:29
Loading...
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Loading...