Mesin Penyedot Lumpur Danau Maninjau Diuji Coba

Febry Chaniago
By Febry Chaniago Mei 31, 2016 22:19
Mesin penyedot lumpur (ilustrasi/internet)

Mesin penyedot lumpur (ilustrasi/internet)

AGAM – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera barat, melakukan uji coba mesin penyedot lumpur Danau Maninjau, di Jorong Rambai Nagari Koto Malintang Kecamatan Tanjung Raya, Selasa (31/5). Alat tersebut nantinya akan dioperasikan secara rutin guna pembersihan danau vulkanik tersebut.

Uji coba alat penyedot itu disaksikan oleh Bupati Agam Indra Catri didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Agam Ermanto. Uji Coba itu berjalan dengan baik, tinggal memaksimalkan teknis pemakaiannya.

Bupati Agam Indra Catri mengatakan, pelaksanaan uji coba alat ini sudah sangat baik. Ia berharap melalui pengoperasian alat penyedot lumpur serta residu tersebut akan membantu proses pengembalian keasrian Danau Maninjau. Dampak positif pengoperasian alat tersebut nantinya akan dirasakan masyarakat

“Alat ini sangat ideal untuk pembersihan lumpur Danau Maninjau berikut residu serta limbah pakan ikan keramba Jaring apung. Mudah-mudahan dalam waktu dekat alat ini bisa dioperasikan secara rutin,” ujarnya.

Kepala DKP Kabupaten Agam Ermanto menjelaskan, alat penyedot lumpur ini merupakan milik Dirjen Sumberdaya Air Balai Sungai dan Danau Wilayah V Sumatera Barat. Pemkab Agam mendapatkan izin penggunaan sebanyak dua unit alat tersebut sesuai dengan kebutuhan sementara tenaga pengoperasiannya berasal dari Balai Sungai Wilayah V.

Menurutnya, uji coba alat penyedot tersebut berjalan baik. Untuk memaksimalkan pengoperasiannya akan dibuatkan poton untuk mengangkut alat seberat 6 ton tersebut dari pinggir danau hingga sekitar 50 sampai 100 meter ke tengah.

“Hasil penyedotan berupa 60 persen air dan 40 persen residu. Limbah sedotan ini bisa dijadikan pupuk. TELimbah yang di sedot nantinya juga bisa dijadikan pupuk,” tutupnya. (fajar)

Febry Chaniago
By Febry Chaniago Mei 31, 2016 22:19
Write a comment

3 Comments

  1. Rang kotogadang Februari 3, 13:24

    Semoga berjalan dengan lancar dan sukses. Agar pemerintah daerah terus memperhatikan ekonomi masyarakat sehingga tercipta lapangan kerja yang mandiri.

    Reply to this comment
  2. Indra Februari 4, 08:29

    Setidaknya pemda membatasi jumlah keramba.. Agar danau Indah d pandang… Dan bisa menarik wisatawan dalam maupun luar negeri….

    Reply to this comment
  3. Edi firnando Februari 4, 11:40

    Penataan dan penertiban karamba merupakan suatu keharusan.. danau maninjau adl milik kita bersama, bukan kepentingan ekonomi sekelompok tertentu saja..

    Reply to this comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*