Mentawai Terima Bantuan Inseminasi Buatan Peternakan

Melda
By Melda Desember 6, 2017 07:37

Related Articles

Bantuan inseminasi buatan untuk peternakan di Mentawai. (ers)

MENTAWAI – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumbar memberi bantuan berupa dua kontainer semen beku untuk Inseminasi Buatan (IB) bagi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Drh Erinaldi menyebutkan, bantuan telah diterima belum lama ini untuk memacu pertumbuhan sapi di daerah itu sekaligus meningkatkan perekonomian peternak.

“Penyerahaan bantuan Inseminasi Buatan secara serentak itu sasaran utamanya langsung kepada peternak yang merupakan program khusus sapi atau kerbau indukan melalui Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian Mentawai,” katanya kepada padangmedia.com, Selasa (5/12).

Dikatakan, bantuan berupa dua container yang berukuran 30 liter semen beku dan dua liter itu untuk mempermudah sistem kerja saat turun lapangan. Nantinya, bantuan tersebut sangat berguna bagi petugas dalam mengembangkan ternak sapi atau kerbau.

Dalam waktu dekat ini, ucap Erinaldi, tim UPSUS akan melakukan pemantauan di wilayah Mentawai supaya program inseminasi buatan tersebut bisa berlangsung secara serentak di tiga pulau, yaitu Sipora, Siberut dan Pulau Pagai.

Inseminasi buatan adalah proses bantuan reproduksi dimana sperma disuntikan dengan keteter ke dalam vagina pada saat calon induk mengalami ovulasi. Proses inseminasi buatan itu berlangsung singkat dan terasa seperti pemeriksaan papsmear. Dalam dua minggu, keberadaan janin sudah bisa dicek dengan tes kehamilan. Bila gagal, prosesnya bisa diulang beberapa kali sampai berhasil, ujarnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Mentawai, Novriadi sangat bersyukur mendapatkan bantuan tersebut atas kepedulian dari provinsi untuk mengembangkan peternakan sapi dan kerbau di Mentawai. Bantuan itu selanjutnya akan didistribusikan kepada peternak yang ada di Mentawai. Dengan adanya bantuan tersebut, pihaknya bersama peternak akan mendirikan pos IB dan BPP di Sipora Utara.

Diakuinya, bantuan inseminasi buatan tersebut selama ini belum pernah ada di Mentawai. Bantuan akan memacu semangat petani yang menggeluti usaha ternak sapi dan kerbau. Pelaksanaan IB diutamakan dilakukan secara serentak sebagai program khusus sapi indukan wajib bunting.

Terkait dengan bantuan inseminasi buatan, kata Novriadi, para peternak Siberut dan Sikakap juga meminta bantuan karena populasi sapi saat ini ada sekitar 1500 ekor.

Untuk wilayah Sipora, ada sekitar 230 ekor sapi dan indukan sebanyak 159 ekor. Wilayah Siberut sebanyak 401 ekor dan indukan 250 ekor. Data tersebut akan di validasi, ucap Novriadi.

Ke depan, akan diupayakan ada empat wilayah pulau besar untuk lokasi peternakan, yaitu Siberut, Sipora, Pagai Utara dan Selatan dengan rata-rata luasnya 200 hektar. Selanjutnya akan diupayakan juga pembuatan grand desain oleh Bappeda supaya kawasan peternak dari kelompok yang dikelola masyarakat bisa dibina oleh sentra di bawah UPT ternak Rumanisia, sehingga ke depan Mentawai bisa menjadi sentra sapi, pungkasnya. (ers)

Melda
By Melda Desember 6, 2017 07:37
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Loading...