Masjid Cheng Ho Berarsitektur China Bakal Berdiri di Pondok

Melda
By Melda Juni 21, 2016 15:27
Persatuan umat Islam Tionghoa Indonesia yang ada di Padang. (baim)

Persatuan umat Islam Tionghoa Indonesia yang ada di Padang. (baim)

PADANG – Padang akan mempunyai Masjid Muhammad Ceng Ho di kawasan Pondok. Ide tersebut datang dari seorang mualaf Tionghoa yang sering dipanggil LK dalam kesehariannya.

“Saya termotivasi dengan adanya Masjid  Muhammad Ceng Ho di beberapa kota di Indonesia. Masjid tersebut dibangun oleh para mualaf yang tergabung dalam Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI). Jadi, saya berpikir, di Padang juga harus punya Masjid Muhammad Ceng Ho ini,” ungkapnya kepada media di Masjid Raya Pasa Gadang, Kecamatan Padang Selatan, Padang, Senin (20/6).

Dikatakan LK,  ide tersebut kemudian ia sampaikan kepada Buya Muslim Nur yang menjabat sebagai ketua PITI Sumatera Barat. “Alhamdulillah, ide saya ini diterima oleh ketua. Kata ketua, demi kemajuan dan menarik anak untuk kembali ke masjid kenapa tidak?” terangnya.

Ia menilai, selama ini anak muda lebih cenderung mengunjungi Klenteng (rumah ibadah Tionghoa, red) walau sekadar duduk duduk atau selfi. Mereka tidak sempat meramaikan masjid. LK juga mengatakan, dari kegelisahannya itu, munculah ide membuat sebuah masjid dengan berbentuk gaya bangunan China tersebut dan diberi nama Masjid Muhammad Ceng Ho.

Baca juga  Petugas Gabungan Sita Ratusan Liter Tuak

Muhammad Ceng Ho adalah seorang ulama dari China. Ceng Ho melabuhkan kapalnya di Indonesia melalui Aceh untuk melakukan penyebaran agama Islam beberapa abad lalu. Ceng Ho berperan penting dalam penyebaran Islam di Indonesia.

“Beliau ulama yang berpengaruh dalam penyebaran Islam di Indonesia. Ketika itu, masyarakat Indonesia belum sepenuhnya penganut agama Allah,” terangnya.

LK berharap dengan adanya Masjid Muhammad Ceng Ho tersebut dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi muda Sumateta Barat untuk kembali ke masjid. Berkumpul, belajar dan bisa membanggakan rumah ibadah umat Islam.

“Inilah harapan saya. Saya ingin sekali generasi muda Minang kembali ke masjid. Mudah-mudahan dengan didirikan masjid bergaya bangunan China tersebut dapat membuka mata hati generasi muda untuk rajin ngumpul dan shalat di masjid,” harap LK.

Masjid Muhammad Cheng Ho yang ada di Kota Surabaya. (net)

Masjid Muhammad Cheng Ho yang ada di Kota Surabaya. (net)

Sementara, Ketua Persatuan Islam Tionghoa Sumbar, Buya H. Muslim Nur menyampaikan, untuk anggota PITI Wilayah Sumatera Barat sekarang ini sudah mencapai 200 orang. “Memang banyak warga Tionghoa yang sudah masuk Islam, tapi yang mengikuti PITI saat ini cuma 200 orang,” jelasnya.

Baca juga  Pihak Sekolah Harus Tingkatkan Disiplin dan Pengawasan

Dikatakan, ada yang masuk Islam cuma ikut-ikutan. Tapi, ada juga yang memang timbul dari hatinya yang paling dalam. Itu membuat mereka ingin belajar ilmu agama Islam sedalam mungkin.

“Kita sekarang ini masih belum mempunyai tempat yang tetap untuk menggelar acara pengajian. Jadi, kita sering berpindah juga dari masjid ke masjid lainnya. Sekarang ini masjid tetap kita di Masjid Raya Pasa Gadang ini,” ujarnya.

Sementara itu, untuk Masjid Muhammad Ceng Ho, Buya Muslim Nur menyampaikan, rencana akan dibangun di Kelurahan Belakang Pondok, karena di sana belum ada masjid satupun. Saat ini masih tahap perencanan dan masih terkendala masalah tanah.

“Kita sudah melakukan pertemuan dengan Lurah Belakang Pondok, Farid dan juga Walikota Padang. Sekarang masih menunggu dan mempersiapkan kelengkapan surat-suratnya,” ungkap Buya Muslim. (baim)

Melda
By Melda Juni 21, 2016 15:27
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Tinggalkan Balasan