Leonardy Harmainy : Usulkan Kembali Rohana Koeddoes Jadi Pahlawan Nasional

Nita Indrawati
By Nita Indrawati Desember 28, 2017 22:09

Sebelum kaum perempuan di Indonesia  pada  abad 20 memperjuangkan kesetaraan gender , di Sumatera Barat sudah ada  Rohana Koeddoes  yang  bergerak untuk kemajuan perempuan. Meski dilakukan di teras rumahnya di Koto Gadang  kabupaten Agam Sumatera Barat, namun aktifitasnya  tak bisa diabaikan begitu saja.

“Apa yang dilakukan Rangkayo Rohana Koeddoes  sangat luar biasa.  Ia memberdayakan perempuan –perempuan di daerahnya. Mereka  diberi  pendidikan dan keterampilan seperti menjahit dan menyulam.    Hasil karya mereka  berkembang menjadi  industri  rumah tangga yang  berkualitas ekspor. Selain  itu  kepada warga di daerahnya,apakah perempuan atau laki-laki,  juga  diajarkan menulis dan membaca,”ungkap H.  Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa S.IP, MH, Ketua Kerapatan Adat Nagari Koto Gadang kepada wartawan, Kamis (27/12) di Padang.

Menurut Leonardy, Rohana  Koeddoes  telah berbuat tanpa pamrih. Sayangnya  apa yang diperjuangkan Rangkayo Rohana  untuk  warga dan daerahnya seolah terlupakan.  Hingga saat ini Rohana belum dinyatakan sebagai  pahlawan nasional.   “Padahal, perjuangan  Rangkayo Rohana agar  kaum perempuan  bisa baca tulis dan sekolah  sangatlah luar biasa. Ia mendapat ejekan, tekanan  dan rintangan dari berbagai pihak. Meski  ia tidak berjuang secara heroik seperti Tjut Nyak Dien misalnya,  tapi apa yang dilakukannya telah memberi kontribui yang berarti bagi bangsa ini,”  ucap Leonardy.

Baca juga  Surat Iwan Mulyadi Buat Presiden

Rohana Koeddoes kelahiran 20 Desember 1884 ini,  juga  tercatat sebagai  wartawati pertama di ranah Minang.Kegemarannya menulis membuatnya termotivasi mendirikan koran Soenting Melajoe. Melalui tulisan dan sekolahnya, ia  mencoba memberikan pendidikan  agar perempuan menjadi pintar. Dengan pola pikirnya yang sederhana, ia telah membuka wawasan  dan cakrawala perempuan di zamannya.  “Dengan gerakannya itu, seharusnya ia tercatat dalam sejarah.  Sebagai  perempuan pencetus koran pertama itu ,layaknya diabadikan.  Seharusnyalah kita bersama-sama  mengupayakan agar Rangkayo Rohana bisa ditetapkan sebagai pahlawan nasional,”  tutur anggota DPD RI ini .

Pada tahun 2007 PWI Sumatera  Barat bekerja sama dengan sebuah organisasi wanita di Sumbar sudah menggelar  seminar sebagai satu persyaratan pengajuan Rohana sebagai pahlwan, namun  masih belum terpenuhi.  “Kalaupun sudah pernah diajukan dengan menggelar seminar nasional di Padang, tapi itu sudah beberapa tahun lalu. Jadi harus diupayakan secara terus menerus. Sebagai anggota DPD RI yang juga putra daerah Sumatera Barat, saya akan meminta kepada pemerintah untuk menyegerakan  pemberian gelar pahlawan  nasional kepada Rohana Koeddoes.. Adalah momen yang paling teapat pada HPN yang akan digelar di Padang tahun 2018 ini,” papar Leonardy.

Baca juga  Mantan Wagub Muslim Kasim Meninggal Dunia

Sebagai lembaga kewartawanan, PWI Sumbar hendaknya  mengagendakan sebuah seminar nasioanl untuk pengajuan Rohana Koeddoes sebagai pahlawan nasional.   Momennya, tambah Leonardy, adalah sangat tepat pada HPN 2018 yang dipusatkan di Padang. Setidaknya dari peristiwa bersejarah ini,  diantara sekian banyak programyang direncanakan PWI, akan lahir sebuah rekomendasi  untuk pengukuhan Rohana sebagai pahlawan.”Bisa saja  pada  HPN itu lahir rekomendasi untuk penetapan sebagai pahlawan nasional. Sementara  semua persyaratan yang memangharus dipenuhi dapat disiapakn  menjelang hari pahlawan dikala  akan diterbitan Keputusan Presiden tentang pahlawan nasional,” ulasnya.  (nit)

Nita Indrawati
By Nita Indrawati Desember 28, 2017 22:09
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Tinggalkan Balasan