Lele Sangkuriang akan Dikembangkan di Palembayan

Melda
By Melda Januari 14, 2018 13:03

AGAM – Kecamatan Palembayan dulu dikenal sebagai penghasil lele. Kala itu, lele yang dihasilkan adalah lele rawa. Lele rawa ditangkap menggunakan lukah (bubu) di rawa-rawa yang ada di kawasan Palembayan belahan barat. Namun, sejak dibukanya perkebunan sawit di kawasan itu, lele jadi langka disebabkan habitatnya sudah habis.

Untuk itu, Pemkab Agam melalui Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Agam berupaya menghidupkan kembali Palembayan sebagai penghasil lele. Hanya saja, lele yang dikembangkan bukan lagi lele rawa, tetapi lele jenis Sangkuriang.

Menurut Kepala DPKP Agam, Ermanto, lele Sangkuriang adalah jenis unggul dengan cita rasa tidak begitu jauh berbeda dengan lele rawa. “Lele unggul itu kini sudah dikembangkan pada 20 titik usaha di Palembayan,” katanya di Lubuk Basung, Minggu (14/1).

Menurutnya, Lele Sangkuriang cukup diminati konsumen. Harga lele segar di beberapa pasar rakyat sekitar Rp16.000 sampai Rp20.000/kg. Sedangkan harga lele asap mencapai Rp80.000 sampai Rp100.000/kg.

Baca juga  Penyelenggara Pemerintahan Nagari Harus Mampu Bangun Keharmonisan

“Pemkab Agam selalu mendukung upaya petani ikan lele, karena prospeknya menjanjikan,” ujarnya.

Ermanto mengingatkan petani ikan agar selalu menjaga kualitas produk mereka, baik dalam bentuk segar, maupun lele asap. Dengan demikian, produk mereka selalu diminati konsumen. (fajar)

Melda
By Melda Januari 14, 2018 13:03
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Tinggalkan Balasan