Langkah Hendri Arnis Wujudkan Padangpanjang Sejahtera

Febry Chaniago
By Febry Chaniago March 27, 2017 09:31
hendri arnis1

Hendri Arnis sedang mendengar bisikan seorang warga yang mengadukan sesuatu hal. (ist)

 

Berjiwa muda dan punya konsep tersendiri dalam mengambil kebijakan, merupakan salah satu ciri khas  Wali Kota Padangpanjang, H.Hendri Arnis,BSBA. Sejak dilantik jadi orang nomor satu di kota berjuluk “Serambi Mekkah” itu, Hendri selalu mengedepankan prinsip cerdas, tangkas dan tegas serta selalu berprasangka baik.

Wali Kota yang memulai masa tugas, 1 Oktober 2013 silam didampingi H.Mawardi,M.Kes sebagai wakilnya itu, sengaja mengubah kebiasaan PNS untuk masuk dan pulang kantor tepat pada jam yang ditentukan. Kemudian, ia menetapkan kendaraan dinas diperuntukkan hanya untuk dinas. Tidak dibenarkan dibawa pulang ke rumah. Kendaraan juga harus dilabeli logo Pemda.

Kepada PNS diminta lebih fokus menjalankan tugas. Sebagai imbalannya, tunjangan daerah ia naikkan 50 persen. Kondisi itu sangat menyenangkan seluruh staf di jajaran Pemko Padangpanjang. Tidak hanya itu, honor guru mengaji dan garin mesjid juga mendapat peningkatan di masa kepemimpinan Hendri.

Pertama di Sumbar, sosok pemimpin merakyat itu juga menerapkan setoran non tunai terhadap seluruh pengeluaran Pemda. Dengan kebijakan tersebut, uang gaji, honor dan penerimaan lainnya dari kas daerah harus masuk ke rekening si penerima. Dengan demikian, tidak ada sisa tinggal atau tercecer  di tempat lain.

Di sisi lain, di balik kemurahan hati sosok energik itu juga tersimpan sifat tegas. Kepada PNS yang telat masuk, cepat pulang atau melanggar aturan lainnya selama jam kantor, siap-siap saja tunjangan kesejahteraannya dipotong.

“Semua fasilitas sudah ditingkatkan. Saya hanya minta disiplin dalam bekerja. Sepenuh hatilah melayani keperluan masyarakat. Bagi yang melanggar aturan tentu bakal menerima sanksi yang telah ditetapkan,” kata suami Ny.Maria Veronika ini.

Loading...

Untuk kelancaran dinas pula, ayah tiga putra ini menyerahkan mobil Fortuner yang sehari-hari untuk operasional walikota, menjadi mobil operasional Dinas Perhuhungan. “Jarang pemimpin yang seperti ini. Dia mau memberikan mobil operasionalnya untuk kepentingan dinas,” ujar salah seorang staf dinas perhubungan yang enggan disebut namanya.

Ketegasan Hendri dalam dinas sama seperti dia menyapa Pedagang Kaki Lima yang berdagang di trotoar. Mula-mula, diperingatkan dengan lemah lembut, tetapi setelah menghindar, pedagang itu kembali lagi. Sekali lagi, Wako termuda di Sumbar itu mengingatkan untuk pindah, namun setelah pindah balik lagi. Terakhir Hendri terpaksa bertegas tegas mengingatkan warga untuk taat aturan.

“Tujuan saya hanya demi kebaikan bersama. Jangan cari keuntungan sendiri merugikan orang lain. Ini jalan. Tempat pejalan kaki berlalu lalang. Jangan berdagang di sini,” hardik Hendri Arnis kepada pedagang yang keras kepala. Setelah itu, baru trotoar kosong. Pejalan kaki merasa leluasa  melintas.

Menurut walikota termuda ini, disiplin mesti ditetapkan disemua lini kehidupan. Karena itu, dia menerapkan disiplin plus di sekolah sekolah. “Pengawas sekolah perlu diberdayakan untuk mengawasi para guru,” katanya.

Selain meningkatkan kualitas pengawas dan majelis guru, Hendri juga menerapkan pemakaian Bahasa Inggris di sekolah-sekolah. “Sesuai anjuran Pak Wako, kita mulai di SMP 5 memakai Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar pelajaran,” kata Kadis Pendidikan, Desmon.

Ketegasan Hendri Arnis juga dirasakan masyarakat Padangpanjang. Ketika ia memutuskan pembangunan pasar dengan APBD. Terhadap keputusan Wako yang enerjik tersebut, berbagai kalangan  mengacungi jempol.

“Ini sebuah keputusan prestasius. Keberanian seperti ini yang dibutuhkan oleh rakyat. Sebab, pasar adalah urat nadi perekonomian,” kata Almarhum Muslim Kasim mantan Wagub Sumbar suatu kali saat berkunjung ke kota itu.

Hendri Arnis bersama Ny. Maria Veronika Hendri dalam suatu kunjungan lapangan. (ist)

Hendri Arnis bersama Ny. Maria Veronika Hendri dalam suatu kunjungan lapangan. (ist)

Seputar Pasar Padangpanjang yang telah lama terjadi tarik ulur. Sudah 20 tahun lebih rencana pembangunan oleh pemerintah sebelumnya, tapi tidak jadi-jadi juga dibangun disebabkan berbagai faktor. Ada yang minta dibangun oleh investor, ada yang mau dengan APBD. Kesimpulannya terundur hingga berlarut larut.

“Kini semua itu sudah berakhir. Insya Allah, akhir tahun 2017 ini pembangunan pasar sudah selesai,” kata Hendri. Bersamaan dengan itu, pedagang kuliner di malam hari yang dulu menolak pindah kini juga bersyukur dan berterimakasih kepada walikota yang sering blusukan itu. Sebab, di Terminal Kantin tempat yang baru, parkir lebih luas dan pengunjungnya makin banyak.

Kepada pedagang kuliner, walikota selalu mengingatkan untuk menjaga kebersihan. “Berjualan makanan tidak mesti enak dan gurih saja, tapi harus bersih dan sehat. Kita berharap semakin ramai yang mencicipi kuliner Padangpanjang,” kata walikota.

Prinsip hidup bersih juga ditekankan Hendri kepada masyarakat. Setiap bulan, gotong-royong bersama digerakkan, mulai dari rumah tangga, RT, kelurahan dan kecamatan. Kepada seluruh SKPD dan segenap aparatur dianjurkan ikut goro bersama menjaga kebersihan kota.

Demi meningkatkan pemahaman sprituil, Pemko Padangpanjang kini juga sedang membangun Islamic Center di atas lahan sekitar 4 ha. Sementara itu, untuk masyarakat berekonomi lemah yang belum menempati rumah layak huni, ada Rumah Susun Sewa (Rusunawa) 70 unit tipe 36. Peletakan batu pertama sudah dimulai. Perkiraan rampung akhir tahun ini.

Masyarakat petani pun kini menikmati sentuhan tangan dingin Hendri Arnis untuk mewujudkan Padangpanjang yang sehat sejahtera. Tali bandar diperbaiki. Jalan motor ke tengah persawahan dibuatkan. Selain memuluskan jalan gang, petugas kebersihan pun diberikan setiap RT. Masyarakat juga diajar memilah sampah. Sampah anorganik bisa ditukar dengan uang di bank sampah yang ada di kelurahan.

Bagi pemuda, seni budaya dan olah raga digiatkan. Shalat berjemaah lima waktu dianjurkan. Nomor pengaduan penampung keluhan masyarakat disediakan. Setiap unit kerja siap seketika melayani setiap keluhan. Begitulah Padangpanjang kini di tangan seorang muda bernama Hendri Arnis, yang kini berusia 40 tahun. (adv)
Febry Chaniago
By Febry Chaniago March 27, 2017 09:31
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

PR NEWSWIRE

Loading...