Lahan Makin Terbatas, Pemko Padangpanjang Susun RPPLH

Melda
By Melda Februari 9, 2018 13:43

Related Articles

Sosialisasi kebijakan penyusunan RPPLH di Padangpanjang. (foto: humas)

PADANGPANJANG – Kota Padangpanjang mengalami keterbatasan lahan. Wilayah yang efektif untuk dibudidayakan hanya sekitar 30 persen saja. Sawah yang dulu menjadi sumber makanan pokok, kini sudah terancam pemukiman penduduk. Karenanya, pemerintah mulai membangun rusunawa sebagai upaya menghemat lahan.

Minimnya lahan pemukiman di kota itu mengakibatkan tingginya interaksi fisik dalam keseharian. Karenanya, upaya menjaga lingkungan bersama menjadi hal yang mutlak dilakukan. Salah satunya melalui Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH).

“Menjaga kelestarian lingkungan hidup bagi warga Padangpanjang sangat diperlukan,” kata Walikota Padangpanjang Hendri Arnis melalui Plt. Asisten Pemerintahan dan Hukum, Sonny Budaya Putra, AP. M.Si pada pembukaan sosialisasi kebijakan penyusunan RPPLH sebagai dasar penyusunan rencana pembagian daerah dan menjadi acuan kebijakan pemanfaatan SDA di Padangpanjang, Kamis (8/2).

Hadir sebagai pembicara pada acara sosialisasi tersebut, Kasubdit Perencanaan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Nugraha Prastyadi, SE.M.Sc, Kasi Kebijakan Wilayah dan Sektor Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat, Desrizal ST. Sosialisasi dihadiri segenap pejabat, pimpinan OPD, camat dan lurah se Pemko Padangpanjang.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Kota Padangpanjang, Wita Desi Susanti, ST mengatakan, penyusunan RPPLH Kota Padangpanjang akan dilaksanakan oleh tim teknis penyusunan yang berasal dari OPD terkait seperti Dinas Perkim LH, Bapelitbangda, Dinas PU&PR, Dinas Pangan dan Pertanian, BPBD, Bagian Perekonomian Setdako, Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata dan Dinas Perdagangan Koperasi & UKM.

“Dalam penyusunan ini nantinya tim penyusun akan didampingi oleh 4 orang tenaga ahli yang berasal dari Universitas Andalas,” kata Wita Desi Susanti. (ris/r)

Melda
By Melda Februari 9, 2018 13:43
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Loading...