Komisi V DPRD Sumbar Akan Sikapi Keresahan Guru

Febry Chaniago
By Febry Chaniago Januari 23, 2018 18:12

Related Articles

DPRD Sumbar menerima kedatangan ratusan guru dari berbagai daerah di Sumbar untuk menyampaikan keresahan terkait kewajiban mengajar 36 jam, Selasa (23/1). (febry)ji

PADANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat melalui Komisi V berjanji akan menyikapi lebih lanjut keresahan guru honorer terkait kebijakan jam mengajar guru. Komisi V akan memanggil Dinas Pendidikan dan pihak terkait untuk membicarakan persoalan itu.

Ketua Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat Hidayat usai menerima kedatangan ratusan guru honorer di gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat, Selasa (23/1) menjelaskan, keresahan yang disampaikan guru honorer itu menjadi catatan bagi DPRD untuk melakukan pengawasan terhadap pemerintah dalam melahirkan kebijakan-kebijakan.

“Keresahan yang disampaikan ini akan menjadi catatan bagi kami dan keluhan yang disampaikan akan ditindaklanjuti dengan Dinas Pendidikan dan pihak-pihak terkait,” tegasnya.

Hidayat menambahkan, setiap ketentuan yang dilahirkan akan berimplikasi kepada penganggaran. Ini menjadi kewajiban bagi DPRD untuk menyikapinya.

Lebih jauh menurutnya, seiring pengalihan kewenangan pengelolaan jenjang pendidikan SMA dan SMK ke pemerintah provinsi, dia mengakui ada pengaruh besar terhadap kondisi anggaran daerah. Namun demikian, nasib guru honorer akan tetap menjadi perhatian karena perannya masih sangat dibutuhkan dalam menunjang kelancaran proses belajar mengajar.

Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat sebelumnya telah menerima kedatangan ratusan guru dari berbagai daerah di Sumatera Barat untuk menyampaikan keresahan mereka terkait kebijakan jam mengajar 36 jam bagi guru PNS. Kebijakan ini dinilai tidak adil karena apabila jam mengajar guru PNS belum terpenuhi maka guru honorer belum mendapatkan jatah mengajar.

Sebaliknya, bagi guru PNS sendiri, kewajiban mengjar 36 jam tersebut sangat memberatkan. Salah seorang guru PNS dalam kesempatan tatap muka dengan Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat bahkan mengingatkan bahwa guru bukan manusia super.

Untuk mencari titik temu permasalahan tersebut, Hidayat berjanji, DPRD akan menyikapi lebih lanjut. Dinas Pendidikan dan pihak terkait akan diundang untuk meninjau lebih jauh terhadap persoalan itu. (feb)

Febry Chaniago
By Febry Chaniago Januari 23, 2018 18:12
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Loading...