Komisi IV DPRD Agam Bahas Ranperda Pengelolaan Objek Wisata

Melda
By Melda Januari 11, 2018 05:26

Rapat kerja Komisi IV DPRD Kab.Agam dengan Dinas Pariwisata setempat. (fajar)

AGAM – Dinas Pariwisata Kabupaten Agam mengklaim telah mencapai kinerja yang ditargetkan dalam pembangunan kepariwisataan selama tahun 2017. Untuk tahun 2018, Dinas Pariwisata Agam akan mengembangkan beberapa objek wisata untuk lebih mengoptimalkan pendapatan di bidang itu.

Beberapa pembangunan objek wisata tahun 2018 adalah pembangunan objek wisata Sajuta Janjang, objek wisata Linggai dengan dana DAK penyempurnaan pembangunan dermaga serta peningkatan sarana prasarana pasir Tiku berupa penambahan gazebo dan palanta-palanta. Kegiatan lain yang menunjang adalah kegiatan tour de Singkarak, lomba paralayang, Festival 5 Danau dan perlombaan untuk pelajar O2SN.

Hal itu dipaparkan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam, Ir. Jetson saat rapat kerja dengan Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Agam, Rabu (10/1) di aula III DPRD Agam. Rapat itu dalam rangka kelanjutan ranperda inisiatif Komisi IV, yakni Ranperda tentang Pengelolaan Objek Wisata. Rapat dipimpin langsung Ketua Komisi IV, Irfan Amran serta dihadiri anggota komisi IV lain, yakni Noveri Edios, Ar Yutinof dan Fauzi.

Baca juga  Pemkab Tiga Daerah Tertinggal Diminta Prioritaskan Pembangunan Kesehatan

Anggota Komisi IV DPRD Agam, Noveri Edios, menyampaikan, saat ini dibutuhkan sebuah desain penuh untuk pengembangan pariwisata Agam jangka panjang. Jika sudah ada desain jangka panjang, pembangunan bisa dilakukan bertahap dan akan dicari solusi pencapaian target pembangunan kepariwisataan.

“Agam sekarang perlu sebuah Perda tentang pengelolaan objek wisata yang dilakukan oleh swasta atau pihak ketiga. Ini perlu dipikirkan oleh pemerintah,” terangnya.

Sementara, Ar Yutinof, yang juga Anggota Komisi IV meminta Dinas Pariwisata untuk mendata ulang objek wisata yang ada di Agam. Komisi IV, katanya, siap mendampingi Dinas Pariwisata turun ke lapangan untuk menilai kelayakan pengembangan dari sebuah objek wisata. Termasuk objek wisata yang dikelola oleh swasta.

“Kita akan lihat bagaimana cara pengawasan dan pembinaan dari Dinas Pariwisata,” tegasnya.

Lain pula menurut Anggota Komisi IV, Fauzi. Menurutnya, anggaran untuk pengembangan pariwisata sangat prioritas karena sektor itu bisa untuk meningkatkan PAD. Karena itu, pengelolaan pariwisata perlu perhatian dari pemerintah daerah dan DPRD.

Baca juga  DPRD Yogyakarta Pelajari Persoalan Tanah ke Agam

Menyikapi masukan dari anggota dewan, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam, Jetson menyatakan akan menindaklanjuti. Sementara, bila ada permasalahan akan segera diselesaikan. (fajar)

Melda
By Melda Januari 11, 2018 05:26
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Tinggalkan Balasan