Ketua BK DPRD Pasaman Dilaporkan ke Polda Sumbar Terkait Dugaan Ijazah Palsu

Melda
By Melda Januari 8, 2018 13:24

Ilustrasi. (net)

PASAMAN – Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Pasaman, Suharjono dilaporkan pihak LSM setempat terkait dugaan kepemilikan ijazah palsu. Laporan dilakukan sejak 14 Desember 2017 lalu oleh LSM Patriot Bangsa yang dipimpin Damri Warman. Selain Ketua BK, LSM itu melaporkan sedikitnya empat kasus dugaan dokumen palsu beberapa pejabat di lingkungan Pemkab Pasaman.

Dalam laporan yang dilayangkannya ke Polda Sumbar, terlapor Suharjono memiliki gelar Sarjana Ekonomi (SE) dari salah satu sekolah tinggi swasta di Bekasi. Akan tetapi, gelar tersebut disinyalir Damri Warman merupakan gelar bodong. Pasalnya, dari barang bukti yang dilampirkan dalam laporannya, perguruan tinggi tersebut tidak terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

“Tidak itu saja, letak pidananya yakni, terlapor Suharjono menggunakan gelar tersebut saat melakukan pendaftaran bakal calon anggota DPRD Pasaman periode tahun 2014-2019. Semua kita lampirkan buktinya dalam laporan,” tukas Damri Warman kepada awak media.

Baca juga  SMAN 1 Lintau Wakili Sumbar Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional

Namun, Suharjono berkilah, laporan dugaan ijazah palsu yang dilakukan pihak LSM atau pihak-pihak tertentu itu sudah ditujukan kepada dirinya semenjak tahun 2014 silam. “Hal ini perlu saya luruskan. Kalau memang saya memiliki ijazah palsu, mana mungkin saya bisa duduk dua periode di DPRD Pasaman ini,” kata Suharjono kepada padangmedia, Senin (8/1).

Menurutnya, sejak tahun 2014 lalu ia dilaporkan atas dugaan ijazah palsu S1 Sarjana Ekonomi. Namun, ia mengaku tidak gentar jika ada pihak penegak hukum yang ingin melakukan verifikasi faktual atas ijazahnya tersebut.

“Saya ini bukan pegawai negeri yang memerlukan titel untuk naik pangkat atau golongan. Itu yang perlu kita ketahui. Jadi dimana letak pidananya,” terang Suharjono.

Disinggung masalah penggunaan gelar tersebut saat mendaftar di KPU Pasaman untuk menjadi bakal calon legislatif tahun 2014, Suharjono menerangkan, kala periode kedua itu, ia mendaftar menggunakan ijazah SMA. Kemudian, menyusul ijazah S1.

Baca juga  Belum Ada Laporan Perusahaan di Sawahlunto Yang Tak Bayarkan THR

“Izin kuliah saya ada. Izin pemakaian gelar saya ada, dokumen kuliah, hingga kompre dan wisuda saya ada. Apalagi yang dipermasalahkan? Kalau perlu, mari kita tonton bersama atau kita cross check bersama keaslian ijazah saya di rumah,” tegas Suharjono.

Suharjono menilai, laporan pihak tertentu yang dilayangkan ke kepolisian hanya mengandung unsur kurang senang saja. Terlebih, 2018 merupakan awal tahun politik untuk menuju Pemilu 2019 nanti. (riki)

Melda
By Melda Januari 8, 2018 13:24
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Tinggalkan Balasan