Kemilau Sumbar Talenta di Langit Eropa

Melda
By Melda July 24, 2017 15:14
Sumbar Talenta saat tampil di Zagreb - Croatia. (dok. pribadi)

Sumbar Talenta saat tampil di Zagreb – Croatia. (dok. pribadi)

Oleh Muhammad Fadhli 

Berdasarkan buku Atlantis The Lost Continent Finally Found yang ditulis oleh Prof. Arysio Nunes dos Santos, Ph.D, seorang fisikawan nuklir dan ahli geologi  asal Brasil, Indonesia dikatakan sebagai negeri Atlantis yang hilang, merujuk kepada kesuburan alam serta kekayaan seni budaya yang dimilikinya, sehingga menjadi surga bagi masyarakat dunia untuk menikmati liburan demi melepas penat rutinitas di jiwa.

Minangkabau merupakan alam pemikiran di Sumatera Barat, adalah satu kekayaan seni dan budaya milik Indonesia. Negeri yang berada di pesisir barat pulau Sumatera ini terdapat beragam jenis tempat kunjungan wisata, mulai dari pantai, pegunungan, ombak tertinggi di dunia untuk penggila surfing, ngarai, goa, sungai, danau, pulau, dan lainnya.

Desa Pariangan sebagai desa terindah di dunia juga berada di Sumatera Barat. Sumatera Barat juga memiliki Rendang yang ditetapkan sebagai masakan terlezat di dunia. Masih banyak kekayaan seni budaya dimiliki Sumatera Barat untuk dapat dijadikan ikon wisata, tinggal dikemas dengan baik agar jadi katalis selera bagi kunjungan wisata domestik dan mancanegara, seperti keunikan rumah adatnya, beragam kuliner menggugah selera, seni silat dan randai, seni tari, seni musik tradisi dan lainnya.

Kekayaan seni dan budaya yang dimiliki tentu tidak cukup dengan itu saja untuk menarik minat kunjungan wisata dunia. Berkenaan dengan itu, komunitas seni Sumbar Talenta, binaan Sumbar Talenta Organization yang dibentuk oleh Himpunan Wanita Karya (HWK) Sumatera Barat melakukan konser seni dan budaya di Croatia atas undangan Medunarodna Smota Folklora Zagreb – Croatia, dalam rangka ajang tahunan The 51’st International Folklore Festival. Pada tahun ini diselenggarakan di kota Zagreb, ibu kota negara Croatia dari tanggal 19 – 23 Juli 2017.

Sumbar Talenta mewakili Indonesia di festival kesenian rakyat dunia ini yang juga diikuti oleh 50 negara lainnya, seperti Argentina, Brazil, Italia, Macedonia, Paraguay, Spanyol, Amerika Serikat, Turki, Canada, Irak, tuan rumah Croatia, dan lainnya. Selain di Kota Zagreb, Sumbar Talenta tampil di beberapa kota di Croatia dan sudah dijadwalkan untuk melakukan pertunjukan kesenian dan kebudayaan setiap harinya, selama pelaksanaan festival ini. Sumbar Talenta membawa konsep Enchanting of Minangkabau (Kemilau Ranah Bundo) ke Croatia dengan menyiapkan pertunjukan Tari Pasambahan, Tari Indang, Tari Piring, Peragaan Busana Minangkabau oleh Bundo Kanduang, dan lagu-lagu tradisi Minangkabau.

“Duta Besar RI di Croatia, Syachroedin Pagar Alam menyambut dengan antusias penampilan Sumbar Talenta di The 51’st International Folklore Festival. Dari banyak negara peserta, Sumbar Talenta dari Indonesia sebagai satu-satunya delegasi dari Asia yang memberikan warna lain pada festival ini dibanding negara-negara dari benua Amerika dan benua Eropa. Penampilan paket seni Sumbar Talenta dan peragaan pakaian adat Minangkabau dari ibu-ibu HWK Sumbar juga mendapat sambutan hangat dari tuan rumah dan memukau para penonton,” kata Hj. Sastri Yunizarti Bakry, Ketua HWK Sumbar, salah seorang pendiri Sumbar Talenta, yang ikut mendampingi Sumbar Talenta ke Croatia.

 

Sastri Bakry juga mengatakan, saat gladiresik untuk penampilan hari ketiga, detik per detik dihitung oleh stage manager dan crew televisi. Jika durasinya berlebih langsung dihentikan mereka, karena acara disiarkan secara langsung pada media televisi di Gradec- Croatia. Dan, penampilan Sumbar Talenta juga dihadiri oleh Walikota Zagreb, Menteri Pendidikan, dan Direktur IFF, serta VIP lainnya. “Alhamdulillah, festival ini selain menampilkan etnographic heritage of banovina and the Una River region Majur dari provinsi sekitar untuk promosi daerahnya, Indonesia termasuk di antara lima negara terpilih untuk ikut mempromosikan kesenian dan kebudayaannya,” ujarnya

 

Kita mesti belajar pada India, Korea, Afrika Selatan, bagaimana mereka mampu membuat perekonomian negaranya jadi maju pesat dengan mengeksplor seni dan budaya. Kemilau Sumbar Talenta di langit Eropa yang berusaha memukau pandangan penduduk dunia dengan pamor kesenian dan kebudayaan Minangkabau ini tentu kita harapkan terus bersinar. Kerjasama antara pegiat seni, budayawan, sejarahwan, dengan pemerintahan, secara terpola dan berkelanjutan tentu sangat dibutuhkan. Agar kemilau ini menjadi bintang, bukan sekadar kilau letupan mercun yang kemudian hangus dan kembali jatuh ke bumi.

Sumbar Talenta telah 25 kali melakukan pertunjukan di luar negeri. Wajar saja bila julukan ‘pejuang kesenian dan kebudayaan’ kita sematkan di dadanya. (*)

 

Loading...
Melda
By Melda July 24, 2017 15:14
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Loading...