Kemensos Bangun 40 Unit Rumah untuk Gepeng di ‘Desaku Menanti’

Melda
By Melda Januari 2, 2017 17:53

Related Articles

Rumah desakan di program Desaku Menanti dari Kemensos di Pauh, Kota Padang. (der)

Rumah desakan di program Desaku Menanti dari Kemensos di Aia Dingin, Kota Padang. (der)

PADANG – Kementerian Sosial (Kemensos) RI membangun 40 unit rumah untuk gelandangan dan pengemis di Aia Dingin Keluarahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah Kota  Padang. Bantuan itu diserahkan secara simbolis oleh Walikota Padang, H. Mahyeldi Dt.Marajo disaksikan langsung oleh Direktur Rehabilisasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kementerian Sosial Republik Indonesia, Soni W. Manalu, Sabtu (31/12).

Soni W. Manalu menyebut, persoalan kemiskinan adalah faktor utama tumbuhnya pengemis dan gelandangan. Per 31 Mei 2016, jumlah galandangan mencapai 30.019 orang dan pengemis 23.595 orang. Angka itu seperti fenomena puncak gunung es di mana angka riilnya mungkinkan lebih tinggi.

“Gelandangan dan pengemis dasarnya dibagi dua. Gelandangan pada umumnya pengemis. Sedangkan pengemis belum tentu gelandangan. Pada umumnya, mereka tinggal di daerah kumuh seperti di kolong jembatan. Gedung-gedung kosong dan tanah kosong di daerah perkotaan,” ujar Soni.

Program yang dikemas dengan nama “Desaku Menanti” adalah solusi jitu mengatasi meningkatnya angka gelandangan dan pengemis. Bahkan, lanjutnya, mereka juga diberikan bantuan modal sebesar Rp30 juta. Bantuan usaha ekonomi produktif, Rp5 juta. Bantuan untuk membeli peralatan rumah tangga Rp1,5 juta dan bantuan jaminan hidup diberikan selama 3 bulan.

“Karena anggaran terbatas, tentu belum bisa tertangani keseluruhannya,” tukas Soni.

Sementara itu,  Walikota Mahyeldi menyebut, di Kota Padang sudah didata sekitar 200 jiwa untuk dibina secara bertahap.

“Dengan adanya perhatian bagi masyarakat yang tidak mampu dari Kementerian Sosial melalui alokasi anggaran yang diberikan untuk Kota Padang adalah bagian dari solusi pengentasan kemiskinan,” imbuh Walikota. (der)

Melda
By Melda Januari 2, 2017 17:53
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Loading...