Kemendag Fasilitasi MoU Produsen dan Distributor Gula

Febry Chaniago
By Febry Chaniago Januari 16, 2017 21:55

Related Articles

JAKARTA – Kementerian Perdagangan mempertemukan produsen dan distributor gula, Senin (16/1). Fasilitasi itu merupakan bentuk komitmen Kemendag dalam menjaga kestabilan harga bahan kebutuhan pokok.

Dalam pertemuan itu, produsen dan distributor gula membuat kerjasama menjaga harga gula pada level Rp12.500 per kilogram, atau lebih rendah dari harga yang sebelumnya ditetapkan pemerintah. Kerjasama produsen dan distributor ini dilakukan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU).

“Fasilitasi kemitraan antara produsen dan distributor gula ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan gula dan stabilitas harga gula pada level Rp12.500/kg,” ungkap Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita usai menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman kemitraan antara produsen dan distributor gula di Kantor Kemendag, Senin (16/1) seperti disampaikan dalam siaran pers Kemendag.

Langkah ini sebelumnya juga telah dilakukan oleh Kemendag untuk daging. Kemendag telah memfasilitasi nota kesepahaman antara Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) dengan Asosiasi Distributor Daging Indonesia (ADDI) untuk menyediakan dan mendistribusikan daging sapi dengan harga maksimal Rp80.000/kg.

Menurutnya, harga gula yang harus dijual di tingkat konsumen sebesar Rp12.500/kg merupakan amanat dari Presiden Joko Widodo. Amanat ini dijalankan melalui skema memperpendek jalur distribusi.

“Untuk mencapai target tersebut, beberapa hal yang telah dilakukan, seperti memperpendek jalur distribusi dari produsen ke konsumen dengan meningkatkan peran serta BUMN/BUMD dan sektor swasta dalam pendistribusian gula,” imbuhnya.

Hal ini, lanjutnya, sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting. Enggar memastikan unsur pemerintah akan menjalankan amanat ini melalui berbagai sinergi termasuk dengan pihak swasta. Tujuannya adalah memperoleh keseimbangan, petani bisa tetap sejahtera, pedagang untung, dan konsumen mendapatkan harga terjangkau.

“Sudah menjadi tugas Pemerintah/Pemerintah Daerah bersama BUMN/BUMD dan sektor swasta untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” tegasnya.

Dalam kurun waktu empat tahun terakhir, tren harga gula menjelang Natal dan Tahun Baru (September-Desember) cenderung naik, meskipun tidak signifikan yakni antara 0,02 persen-0,38 persen. Tren harga pada 2016 lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya yakni turun 2,06 persen. Namun demikian, kondisi tersebut masih di atas harga acuan gula yang ditetapkan oleh Pemerintah sebesar Rp12.500/kg.

Harga rata-rata nasional gula pada Januari 2017 sebesar Rp14.087/kg atau turun 0,33 persen dibandingkan harga rata-rata bulan Desember 2016 sebesar Rp14.133/kg. Harga rata-rata gula di beberapa daerah pada kisaran Rp12.933/kg di Yogyakarta, sampai yang tertinggi Rp17.000/kg di Tanjung Pinang, Tanjung Selor, dan Manokwari. (feb/rls)

Febry Chaniago
By Febry Chaniago Januari 16, 2017 21:55
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Loading...