Kebersihan Kios Pedagang Ayam Pasar Raya Padang Memprihatinkan

Febry Chaniago
By Febry Chaniago March 31, 2016 18:15
Sekdako Padang Nasir Ahmad gotong royong bersama pedagang ayam Pasar Raya Padang membersihkan tempat berdagang mereka (der)

Sekdako Padang Nasir Ahmad gotong royong bersama pedagang ayam Pasar Raya Padang membersihkan tempat berdagang mereka (der)

PADANG- Kebersihan Blok I Pasar Raya Padang yang ditempati pedagang ayam sangat memprihatinkan. Kondisi lantai dan dinding di lantai II eks Pasar Inpres I tersebut “bercilutu” terkena darah dan bulu ayam  yang mengering ditambah bau tak sedap yang menyengat. Parahnya lagi, sampah bekas pemotongan ayam itu pun menutup saluran-saluran air. Kondisi ini menunjukkan ketidakpedulian pedagang terhadap kebersihan.

Loading...

Pemerintah Kota Padang gerah dengan kondisi kebersihan yang memprihatinkan tersebut. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang Nasir Ahmad langsung mengajak para pedagang untuk bergotong-royong bersama jajaran Dinas Pasar, Muspika Padang Barat serta Satuan Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Kota (SK4) membersihkan lokasi tersebut, Kamis (31/3). Untuk membersihkan kotoran yang sudah mengering dan susah dibersihkan, dikerahkan satu unit mobil Pemadam Kebakaran.

Nasir Ahmad menyayangkan, pedagang masih kurang peduli dan tidak memperhatikan kebersihan lingkungan berdagang mereka. Akibatnya, kondisi lokasi pedagang ayam di lantai II Blok I Pasar Raya itu layaknya seperti tempat pembuangan bangkai.

“Kondisi ini bukan saja menimbulkan bau, tetapi juga tidak sehat bagi pedagang dan membuat pengunjung tidak nyaman,” ujarnya.

Kegiatan gotong royong yang dilakukan bersama pedagang pada sore hari saat pedagang akan menutup dagangan, menurutnya guna memotivasi pedagang agar semuanya menyadari pentingnya menjaga kebersihan.

“Jika dibiarkan kotor, pengunjung tidak akan mau datang berbelanja. Yang rugi pedagang juga,”katanya. (der)

Febry Chaniago
By Febry Chaniago March 31, 2016 18:15
Loading...
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Loading...